Pengamat Ingatkan Risiko Polemik Gas Singapura: Negara Lain Bisa Cari Mitra Alternatif

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Arrmanatha Nasir (kanan) menerima Menlu Singapura Vivian Balakrishnan dalam rangka pertemuan bilateral di Kementerian Luar Negeri RI Jakarta, Selasa (27/10/2026). (Sumber: ANTARA/Nabil Ihsan)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pengamat hubungan internasional mengingatkan risiko jangka panjang dari polemik pemangkasan pasokan gas Indonesia ke Singapura, terutama terhadap kepercayaan mitra ekonomi.

Negara lain dinilai dapat mencari alternatif kerja sama jika Indonesia dianggap kurang dapat diandalkan.

Co-founder Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja, mengatakan negara lain tidak selalu menyampaikan secara terbuka langkah yang diambil untuk melindungi kepentingannya.

Menurut Dinna, situasi tersebut perlu menjadi perhatian Indonesia karena hubungan dengan negara tetangga mencakup berbagai kepentingan ekonomi dan kerja sama regional.

"Karena akhirnya negara lain itu akhirnya bisa membaca bahwa 'oke kita diversifikasi aja dari Indonesia, kita cari mitra lain yang lebih bisa diandalkan'," kata Dinna dalam program Kompas Petang Kompas TV, Selasa (27/10/2026).

Baca Juga: Pengamat Kritik Respons Pemerintah Terkait Karhutla dan Gas Singapura: Terlalu Emosional

Ia menilai Indonesia perlu memperhitungkan dampak jangka panjang dari pernyataan dan kebijakan yang berpotensi memengaruhi persepsi negara lain terhadap keandalan Indonesia sebagai mitra.

Dinna Ingatkan Pentingnya Kerja Sama Regional

Dinna mengatakan Indonesia masih membutuhkan mitra ekonomi dan kerja sama dengan negara-negara tetangga, termasuk Singapura dan Malaysia.

"Kita padahal masih butuh ya mitra-mitra ekonomi, mitra kerja sama, dan kita tahu misalnya dengan Singapura kerja sama kita tuh paling banyak apa, dengan pendidikan, kemudian juga soal transit untuk ekonomi kita juga lewat Singapura, belum lagi kerja sama soal ASEAN, kita banyak sekali kerja sama politik, keamanan, ekonomi, sosial budaya juga lewat Malaysia dan Singapura gitu," ujarnya.

Karena itu, ia mengingatkan agar pemerintah mempertimbangkan konsekuensi dari pernyataan yang dapat memperluas ketegangan dengan negara lain.

Dinna juga menilai persoalan yang melibatkan negara lain seharusnya ditangani melalui jalur diplomasi. Menurut dia, respons yang terlalu emosional berisiko memunculkan persoalan baru ketika masalah utama belum terselesaikan.

"Jadi sebenarnya buat apa kita mengatakan hal-hal yang justru akan menyulut emosi yang lebih luas," ucapnya.

Indonesia Kurangi Pasokan Gas ke Singapura

Baca Juga: Bahlil ke Singapura: Jangan Kalian Minta Dihargai, Tapi Susah Hargai Kita

Polemik tersebut mencuat setelah Indonesia mengurangi pasokan gas pipa ke Singapura sebesar 31 BBTUD mulai Sabtu (24/10/2026).

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto sebelumnya menyebut pengurangan tersebut terdiri atas 15 BBTUD dari Natuna dan 16 BBTUD dari Sumatera.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan pengurangan pasokan dilakukan karena adanya pemeliharaan fasilitas dan meningkatnya kebutuhan gas di dalam negeri.

Bahlil menyebut total ekspor gas pipa Indonesia ke Singapura mencapai 409,55 BBTUD. Pengurangan sebesar 31 BBTUD itu, menurut dia, setara sekitar 8 persen dari total pasokan tersebut.

Ia menegaskan pengurangan itu masih berada dalam batas minimum pasokan yang diatur dalam kontrak. Pemerintah menyatakan kebijakan tersebut belum melanggar kesepakatan yang berlaku.

Di sisi lain, pemerintah Singapura menekankan pentingnya pemenuhan kontrak pasokan gas yang telah disepakati.

Menteri Energi dan Sains Singapura Tan See Leng mengatakan pengurangan pasokan dari Indonesia mencapai 17 BBTUD selama 18 hari.

Menurut keterangan pemerintah Singapura, angka tersebut kurang dari 2 persen kebutuhan gas harian sektor pembangkit listrik di negara itu.

Baca Juga: Bahlil Kritik Singapura Usai Pangkas Ekspor Gas: Harus Sama-Sama Menghargai

Tan mengatakan perusahaan pengimpor gas Singapura akan berkomunikasi dengan pemasok Indonesia untuk menentukan apakah terjadi pelanggaran kontrak dan, jika ada, menempuh langkah komersial yang tersedia sesuai perjanjian.

Diplomasi Jadi Jalur untuk Menjaga Hubungan Bilateral

Di tengah polemik tersebut, Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir menerima Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Dinna menyambut positif pertemuan kedua menlu tersebut. Ia berharap komunikasi bilateral dapat membantu kedua negara menjelaskan kepentingan masing-masing dan menjaga hubungan kerja sama.

"Jadi, kalau hari ini saya melihat gambaran yang tadi muncul di Kementerian Luar Negeri bahwa Menteri Luar Negeri Singapura kemudian akhirnya datang gitu kan. Datang itu kalau dalam bahasa diplomatik kan artinya menganggap Indonesia penting," ujarnya.

"Dan saya gembira bahwa Menteri Luar Negeri merespons dengan positif memberi tempat yang istimewa karena ditemuinya itu di Gedung Pancasila, bukan sekedar di kantor Menteri Luar Negeri, ya."

Dinna juga menekankan perlunya koordinasi antara kementerian teknis, pemerintah daerah, dan Kementerian Luar Negeri dalam menangani persoalan lintas negara.

Menurut dia, penyelesaian masalah di lapangan perlu berjalan beriringan dengan upaya diplomasi agar persoalan yang muncul tidak berkembang menjadi ketegangan yang lebih luas.

"Walaupun relatif singkat, tapi saya berharap memang dibicarakan di sana intensi Indonesia itu apa," tutur Dinna. 

Baca Juga: Respons Singapura usai RI Pangkas Ekspor Gas, Diversifikasi Sumber Impor dan Bauran Energi

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV

Tag
  • gas Singapura
  • Dinna Prapto Raharja
  • Bahlil Lahadalia
  • ekspor gas Indonesia
  • hubungan Indonesia-Singapura
  • kerja sama ASEAN
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Manajer Ducati Sebut Jorge Martin Lakukan Kesalahan Fatal
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Raih PIKI Awards 2026, Stafsus Menag Gugun Gumilar: Kebebasan Beribadah Adalah Amanat Konstitusi
• 16 jam laluokezone.com
thumb
Kredit Perbankan Tumbuh, Mengapa UMKM dan daya beli Masih Tertahan?
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Imbal Hasil SBN Melambung, Bunga Utang dan Biaya Investasi Menggelembung
• 2 jam lalukompas.id
thumb
Usut Dugaan Korupsi Upah Pungut Pajak dan Retribusi Daerah, KPK Panggil Wakil Bupati-Sekda Bogor
• 11 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.