Paman Lamine Yamal Protes Harry Kane Raih Ballon d’Or: Keponakan Saya Pemain Terbaik Dunia, Semua Orang Tahu Itu

harianfajar
5 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, BARCELONA—Paman Lamine Yamal menegaskan bahwa orang yang menyukai sepak bola pasti akan memilih untuk menyaksikan keponakannya, bukan Harry Kane, setelah bintang tim nasional Inggris tersebut memenangkan Ballon d’Or.

Bintang Bayern Munich, Kane, menjadi pemain Inggris pertama dalam 25 tahun terakhir yang meraih penghargaan tersebut—sejak mantan penyerang Liverpool, Michael Owen, memenangkan gelar individu paling bergengsi dalam dunia sepak bola pada tahun 2001.

Musim lalu, Kane mencetak 61 gol untuk Bayern Munich dalam 51 pertandingan, ditambah enam gol untuk tim nasional Inggris di Piala Dunia, saat skuad asuhan Thomas Tuchel berhasil mencapai babak semifinal di Amerika Utara musim panas lalu.

Kapten timnas Inggris itu bersaing dengan bintang Barcelona, ​​Yamal, dan penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, sebagai kandidat utama dalam malam penganugerahan tersebut.

Namun, tidak semua orang senang dengan keberhasilan Kane meraih Ballon d’Or. Paman Yamal, Abdul Abdellaoui, melontarkan sindiran terkait kemenangan penyerang Inggris tersebut atas keponakannya.

Kepada El Larguero, Abdellaoui mengatakan dirinya sangat kecewa. “Sejujurnya, ini sangat menyedihkan, saya merasa sangat kecewa,” ujarnya dikutip dari Football365.

“Keponakan saya tampil luar biasa; dia adalah pemain terbaik di dunia, semua orang tahu itu. Jika Anda menyukai sepak bola, Anda akan memilih untuk menyaksikan Lamine, bukan Harry Kane,” tegasnya.

“Harry Kane memang pencetak gol yang hebat, tetapi Lamine adalah pemain terbaik yang bersinar di lapangan. Jika kali ini dia kurang beruntung, masih ada tahun depan,” ujarnya.

Saat ditanya mengapa menurutnya bintang Barcelona itu gagal memenangkan Ballon d’Or, Abdellaoui menyinggung faktor usia.

“Karena Lamine masih muda, orang-orang selalu bilang dia masih punya banyak waktu—dia baru 19 tahun—dan itulah alasan mereka tidak memberinya penghargaan tersebut. Sementara untuk Harry, yang karier sepak bolanya mungkin tinggal tiga tahun lagi, mereka justru berkata, ‘ayo, kita berikan saja penghargaan itu kepadanya’,” nilainya.

“Dia telah memenangkan Piala Dunia, La Liga, dan Piala Super; dia bermain dengan sangat baik, menjalani musim yang luar biasa, serta mencetak gol-gol yang tidak bisa dilakukan pemain lain. Umpan, assist, apa pun yang Anda inginkan—semuanya ada padanya,” jelasnya.

“Lamine akan memenangkan lebih dari satu trofi, dan rasa sedih ini pun akan berlalu dalam tiga hari. Dalam beberapa hari ke depan, dia akan baik-baik saja,” ujarnya. (amr)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Proses Bisnis Dinilai Kunci Keberhasilan Wirausaha Muda
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ekspansi Manufaktur di Tengah Skeptisisme Ekonomi
• 12 jam lalukompas.id
thumb
Direktur Sido Muncul Raih Penghargaan Tatler Impact Awards 2026
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Mantan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo Bebas Bersyarat usai Dibui 8 Tahun 4 Bulan
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Peluncuran iPhone Duo Jadi Celah Penipuan Online, Ini Modusnya
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.