Jakarta, CNBC Indonesia - Perebutan kursi Kongres Amerika Serikat (AS) pada pemilu sela November 2026 kian sengit. Besarnya dana kampanye yang dikantongi para kandidat menjadi salah satu cerminan panasnya persaingan politik di Negeri Paman Sam.
Kongres Amerika Serikat adalah lembaga legislatif federal yang bertugas membuat undang-undang, menetapkan anggaran negara, dan mengawasi pemerintahan.
Berbeda dengan Indonesia yang memiliki DPR dan DPD dalam sistem legislatifnya, Kongres AS terdiri dari dua kamar, yaitu Senat dan House of Representatives atau Dewan Perwakilan Rakyat.
Terzo sebagai bagian dari seri Markets in a Minute menyajikan data penggalangan dana. Data penggalangan dana kandidat Senat dihitung sejak 1 Januari 2021, sedangkan kandidat DPR sejak 1 Januari 2025, mengikuti siklus pemilu yang berbeda.
James Talarico dari Partai Demokrat memimpin daftar kandidat Senat dengan dana terkumpul US$146,3 juta atau sekitar Rp2,67 triliun (US$1=Rp18.135), disusul Jon Ossoff dengan US$136,6 juta. Keduanya unggul cukup jauh dari Sherrod Brown yang mengumpulkan US$68,4 juta.
Talarico maju sebagai kandidat Senat dari Texas, negara bagian yang mencakup Lubbock, kota yang dinobatkan sebagai kota besar paling konservatif (reddest) di AS berdasarkan pola pemungutan suara tingkat county dalam pemilihan presiden 2024.
Sepuluh kandidat teratas dalam daftar Senat seluruhnya berasal dari Partai Demokrat. Namun, tidak semua nama dalam daftar masih mengikuti pemilu November.
Raja Krishnamoorthi, yang mengumpulkan US$31,6 juta, kalah dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat di Illinois pada 17 Maret 2026 sehingga tidak masuk surat suara November.
Abdul El-Sayed, dengan dana US$53,8 juta, memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat di Michigan pada 4 Agustus dan akan menghadapi kandidat Republik Mike Rogers.
Alexandria Ocasio-Cortez menempati posisi teratas di antara kandidat DPR AS dengan dana US$38 juta.
David Trone berada di urutan kedua dengan US$26,2 juta, tetapi sekitar US$25 juta di antaranya berasal dari pinjaman pribadi untuk kampanyenya. Trone kemudian kalah dalam pemilihan pendahuluan Demokrat pada 23 Juni 2026 dari April McClain Delaney.
Eric Jones, yang berada di posisi keempat dengan US$18,1 juta, juga mengandalkan dana probadi. Investor modal ventura tersebut menyumbang hampir US$15 juta untuk kampanyenya.
Berbeda dengan daftar Senat, daftar 10 besar DPR mencakup delapan kandidat Demokrat dan dua kandidat Republik, yakni Mike Johnson dan Anthony Constantino.
David Trone menjadi kandidat lain yang tidak masuk surat suara November setelah kalah dalam pemilihan pendahuluan.
Ada Kandidat Muslim dan Keturunan Asia dalam Daftar
Di antara kandidat dengan dana kampanye terbesar, terdapat nama yang memiliki latar belakang Muslim maupun Asia Selatan.
Abdul El-Sayed, yang mengumpulkan US$53,8 juta untuk pemilihan Senat, merupakan seorang Muslim-Amerika keturunan Mesir. Jika terpilih, ia berpotensi menjadi senator Muslim pertama di AS.
Sementara itu, Ro Khanna mengumpulkan US$15,3 juta dan masuk dalam daftar kandidat DPR. Ia merupakan politikus Indian-American.
Nama lain dalam daftar ini ada Raja Krishnamoorthi, yang mengumpulkan US$31,6 juta dalam daftar senat. Ia lahir di New Delhi, India, dan merupakan politikus keturunan India-Amerika, tetapi kalah dalam pemilihan pendahuluan sehingga tidak masuk surat suara November.
Ketiga nama ini memperlihatkan bahwa daftar penggalang dana terbesar mencakup kandidat dengan latar belakang yang beragam.
Di luar dana yang dihimpun langsung oleh kandidat, pengeluaran pihak luar juga dapat berperan dalam pemilu.
Elon Musk telah menyumbangkan lebih dari US$445 juta selama siklus pemilu 2026 untuk mendukung kelompok Republik dan super PAC-nya, America PAC. Dana pihak luar tersebut terpisah dari total penggalangan dana kandidat dalam kedua daftar di atas.
(mae/mae)




