Survei: 50,5% UMKM Optimistis Hadapi 2027, Adopsi AI Meningkat

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Sebanyak 50,5 persen pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi responden survei Lalamove optimistis terhadap prospek bisnis Indonesia pada 2027. Di tengah optimisme tersebut, pelaku usaha juga menghadapi perubahan kebutuhan operasional, mulai dari pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) hingga layanan pengiriman yang lebih fleksibel.

 
Lalamove, platform pengiriman dan pengantaran berbasis permintaan (on-demand), mengumumkan hasil Survei UMKM 2026 yang melibatkan lebih dari 300 responden pengguna layanannya di Indonesia. Survei tersebut memotret kebutuhan dan tantangan operasional UMKM menjelang 2027.
 
Hasil survei menunjukkan 36,8 persen responden telah menggunakan AI untuk kebutuhan bisnis. Sementara 29,6 persen lainnya belum menggunakannya tetapi sedang mempertimbangkan pemanfaatan teknologi tersebut.
 
Dari berbagai fungsi bisnis yang menggunakan AI, pemasaran dan pembuatan konten menjadi salah satu penggunaan utama dengan persentase 42,6 persen. Berikutnya, layanan pelanggan dan komunikasi mencapai 23,5 persen.
 
Di sisi lain, kebutuhan pengiriman juga semakin beragam. Sebanyak 60,7 persen responden menyatakan semakin membutuhkan layanan pengiriman ke beberapa titik tujuan. Sementara itu, 43,3 persen membutuhkan pengiriman di luar jam operasional atau dengan waktu yang lebih fleksibel.
 
Perubahan kebutuhan tersebut antara lain berkaitan dengan ekspektasi pelanggan terhadap layanan yang lebih cepat, sebagaimana dinyatakan 36,3 persen responden, serta peningkatan jumlah pesanan pelanggan yang disebut oleh 34,3 persen responden.
 
Managing Director Lalamove Indonesia Andito B. Prakoso mengatakan pelaku UMKM perlu beradaptasi dengan perubahan perilaku pelanggan dan dinamika operasional bisnis. Menurut dia, fleksibilitas pengiriman menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan di tengah perkembangan pemanfaatan teknologi.
 
"Melalui layanan pengiriman on-demand, Lalamove berkomitmen untuk memberikan akses terhadap solusi pengiriman yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional, sehingga pelaku UMKM dapat mengelola pengiriman secara lebih fleksibel," kata Andito dalam keterangan tertulis, Selasa, 27 Oktober 2026.

UMKM optimistis hadapi 2027
 
Meski mayoritas responden optimistis terhadap prospek bisnis pada 2027, sebagian pelaku usaha masih bersikap hati-hati. Sebanyak 30,3 persen responden menyatakan berhati-hati dalam melihat prospek bisnis tahun depan.
 
Dari sisi biaya, 50,5 persen responden memperkirakan biaya transportasi dan logistik relatif tetap, sedangkan 37,6 persen memperkirakan biaya tersebut meningkat. Kondisi ini menunjukkan biaya dan efisiensi operasional masih menjadi pertimbangan bagi UMKM dalam menyesuaikan kebutuhan pengiriman dengan kapasitas usaha.
 
Survei tersebut juga menunjukkan beragamnya jenis barang yang dikirim oleh responden. Makanan dan minuman (food and beverage/F&B) menjadi kategori terbesar dengan persentase 42,4 persen.
 
Berikutnya, dokumen dan berkas kantor mencapai 25,9 persen, sedangkan pakaian dan produk fesyen sebesar 23,2 persen.
 
Responden juga menggunakan layanan tambahan untuk menunjang pengiriman, antara lain pembayaran biaya tol yang sudah termasuk dalam tarif, penggunaan Lalabag atau tas termal, serta layanan tenaga bantuan untuk mengangkut barang dalam jumlah besar.
 
Selain kebutuhan pengiriman, responden menilai dukungan lain juga diperlukan untuk mengembangkan usaha. Sebanyak 21,9 persen menyebut dukungan pemasaran dan promosi sebagai kebutuhan, diikuti akses pembiayaan sebesar 20,4 persen dan peluang membangun jejaring bisnis sebesar 14,4 persen.
 
Dalam mendukung kebutuhan operasional, Lalamove menyediakan pilihan kendaraan dan layanan pengiriman yang dapat disesuaikan dengan jenis barang, tujuan, dan kebutuhan pengguna. Layanan tersebut mencakup pengiriman ke beberapa titik tujuan maupun pengiriman di luar jam operasional.
 
Fleksibilitas pengiriman menjadi salah satu pertimbangan bagi usaha yang menghadapi perubahan jumlah pesanan atau harus mengirimkan barang ke berbagai lokasi. Ketersediaan pilihan layanan dapat membantu pelaku usaha menyesuaikan pengiriman dengan kebutuhan operasional.
 
Lalamove menyatakan akan terus mengembangkan layanan pengiriman berbasis permintaan untuk mendukung kebutuhan UMKM. Namun, keputusan penggunaan layanan logistik tetap perlu mempertimbangkan biaya, jenis barang, tujuan pengiriman, dan kapasitas usaha masing-masing.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Analis Beberkan Penyebab IHSG Anjlok 2,39 Persen Jelang Penutupan Sore Ini
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Prof Romli Respons Luhut soal Kerugian Negara, Singgung Konsekuensi Ratifikasi UNCAC
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Viral Pemotor Pukul Wanita Gara-Gara Diklakson di Semarang, Dahi Korban Bocor hingga 5 Jahitan
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Video: Menperin: Industri Masih Punya Ruang Tumbuh
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Korban Dugaan Kekerasan Betrand Peto Ancam Akan Surati Kapolda, Minta Kasus Segera Ditangani
• 13 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.