BNPB Sebut Malaysia Tawarkan Pesawat Amfibi dan Helikopter untuk Tangani Karhutla

kompas.tv
10 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi. Sejumlah petugas berupaya memadamkan karhutla yang terjadi di kawasan Gunung Bromo pada September 2026 lalu. BNPB mengungkapkan, Pemerintah Malaysia menawarkan bantuan burupa pesawat amfibi dan helikopter untuk penanganan karhutla di Indonesia. (Sumber: Antara/HO BPBD Probolinggo)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan, Pemerintah Malaysia menawarkan bantuan burupa pesawat amfibi dan helikopter untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyebut, hal itu disampaikan dalam pertemuan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Muzafar Shah Mustafa dengan Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi, di Jakarta, pada Selasa (27/10/2026).

"Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Malaysia menawarkan dukungan berupa satu pesawat amfibi CL-415MP, satu helikopter Mi-171, serta 44 personel yang terdiri atas awak dan teknisi," kata Berton dalam keterangan tertulisnya, Selasa.

Baca Juga: BRIN Siapkan Uji Lapangan Singkong Pemadam Karhutla, Sebut APP Masih Bergantung Impor

Menurut penjelasannya tawaran bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya kedua negara untuk menjajaki dukungan yang dapat menunjang operasi penanganan karhutla di Indonesia.

Selain dukungan operasional, dia mengatakan, BNPB dan Pemerintah Malaysia juga menjajaki kerja sama dalam bidang teknologi.

Hal tersebut meliputi pemantauan dan deteksi dini, pengumpulan serta analisis data, penilaian situasi terdampak, strategi pemadaman, riset dan inovasi, koordinasi teknis, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

"Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan dan meningkatkan efektivitas penanganan karhutla," jelasnya.

BNPB Berkoordinasi dengan Badan Bencana Malaysia

Sebagai tindak lanjut, BNPB akan berkoordinasi secara teknis dengan Agensi Pengurusan Bencana Negara (NADMA) Malaysia, dengan fasilitasi Kementerian Luar Negeri.

Koordinasi tersebut, kata Berton, untuk membahas kesesuaian bantuan, kesiapan pengerahan, kebutuhan logistik, prosedur keselamatan penerbangan, serta alternatif dukungan apabila asap tebal dan jarak pandang rendah membatasi efektivitas operasi udara.

"Seluruh bentuk dukungan internasional akan disesuaikan dengan kebutuhan penanganan bencana dan ketentuan yang berlaku, dengan kendali operasi tetap berada pada Pemerintah Indonesia," jelasnya.

Penanganan Karhutla

BNPB memastikan, penanganan karhutla saat ini dilaksanakan secara terpadu melalui pemadaman darat dan pemadaman udara.

Dijelaskan Berton, pemadaman udara dilakukan menggunakan helikopter water bombing, serta operasi modifikasi cuaca yang dikoordinasikan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Pemerintah, sebutnya telah mengerahkan personel gabungan untuk pemadaman di darat serta armada udara untuk mendukung operasi.

"Data operasi per (25/10) mencatat sebanyak 71.878 personel darat dan 63 armada udara dikerahkan, terdiri atas 39 helikopter water bombing serta 24 pesawat patroli dan operasi modifikasi cuaca," terangnya.

Baca Juga: Pemerintah Bantah Tolak Bantuan Malaysia Terkait Penanganan Karhutla: Masih Berproses

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Isnaya Helmi Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV

Tag
  • bnpb
  • malaysia
  • karhutla
  • bantuan tawaran malaysia
  • pesawat amfibi
  • helikopter
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
5 Anak Terancam Stunting Terjegal Data BPS, Andre Rosiade Turun Tangan
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Utamakan Ketahanan Energi Nasional
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Makassar BERJASA Raih Penghargaan Nasional, Lindungi 81 Ribu Pekerja Rentan
• 9 jam laludetik.com
thumb
Remaja Korban Pembacokan Geng Motor di Mataram tewas, 11 Orang Ditangkap
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Jumlah Peserta JKN di Jakarta Capai 10,8 Juta per September 2026
• 11 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.