Jakarta, tvOnenews.com - Kinerja positif diraih oleh PT Astra Otoparts Tbk setelah mengantongi laba bersih mencapai Rp1,80 triliun pada kuartal III 2026. Pertumbuhan laba sebesar 14,7 persen ini secara langsung dipengaruhi oleh naiknya volume permintaan di sektor produk suku cadang dan komponen otomotif.
Mengomentari pencapaian tersebut, Presiden Direktur Astra Otoparts (AOP), Yusak Kristian Solaeman, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari hubungan saling menopang antara unit bisnis manufaktur dan perdagangan yang dijalankan perusahaan.
“Kami terus memperkuat kapabilitas manufaktur untuk mendukung penguatan kolaborasi dengan pelanggan OEM yang ada selain menambah OEM baru,” kata Yusak Kristian Solaeman, seperti dilansir Antara pada Rabu (28/10/2026).
Lebih lanjut dijelaskan bahwa perusahaan sukses mengantongi laba bersih konsolidasian sebesar Rp17,02 triliun, atau mengalami lonjakan 15 persen year-on-year (yoy). Kenaikan ini ditopang kuat oleh performa segmen manufaktur dan perdagangan yang terkatrol gairah industri otomotif serta tingginya permintaan suku cadang di pasar.
Secara khusus, segmen manufaktur menjadi salah satu penyumbang utama dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp9,18 triliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan pesat hingga 17,6 persen jika dibandingkan dengan perolehan Rp7,80 triliun pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
Kenaikan tersebut didorong permintaan komponen dari produsen kendaraan atau original equipment manufacturer (OEM), seiring peningkatan produksi kendaraan roda dua, roda empat, dan kendaraan komersial.
Astra Otoparts juga memperluas pengembangan komponen untuk kendaraan elektrifikasi atau xEV, termasuk komponen umum dan khusus, di samping mempertahankan pasokan bagi kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE).
Selain memperkuat lini utamanya, perseroan aktif melakukan diversifikasi bisnis manufaktur ke sektor non-otomotif, termasuk industri alat kesehatan dan sektor strategis lainnya.
Di sisi lain, segmen perdagangan turut menunjukkan performa solid dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp7,84 triliun—tumbuh 12 persen dibandingkan Rp7 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong oleh kuatnya permintaan suku cadang aftermarket, perluasan jaringan distribusi, serta peningkatan volume penjualan ekspor.
Operasional perseroan hingga kuartal III 2026 diperkuat oleh jaringan yang luas, mencakup 49 diler utama, 28 kantor penjualan, dan 673 gerai ritel modern di seluruh Indonesia. Berkomitmen mendukung ekosistem kendaraan listrik, Astra Otoparts juga mengoperasikan 71 unit pengisian daya Astra Otopower yang tersebar di 61 lokasi strategis.




