Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah massa aksi membubarkan diri setelah polisi menembakkan gas air mata dan menyemprotkan water cannon di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).
Sebelumnya, terdengar letusan yang disertai kobaran api di lokasi tersebut.
Advertisement
Berdasarkan pantauan Liputan6.com, massa aksi sempat berusaha bergerak ke arah Bundaran Hotel Indonesia (HI). Namun, petugas kepolisian menghadang mereka dengan membentuk barikade dan memasang tameng untuk mendorong massa mundur.
Polisi kemudian menyemprotkan water cannon ke arah massa. Tak lama berselang, terdengar letusan yang disertai kobaran api. Petugas lalu menembakkan gas air mata dan kembali mengerahkan water cannon.
Kepulan asap terlihat di sekitar lokasi setelah gas air mata ditembakkan. Massa aksi pun berlarian dan berpencar untuk menjauhi area tersebut.
Sebelumnya, massa yang terdiri dari sejumlah elemen mahasiswa dan masyarakat sipil berkumpul di kawasan Bundaran HI. Mereka bergantian menyampaikan orasi sambil membawa simbol dan bendera organisasi masing-masing.
Sejumlah demonstran juga membentangkan poster berisi tuntutan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia ditetapkan sebagai bencana nasional.




