Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan lebih dari 2.000 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) ditutup karena tidak memenuhi syarat higienis dan sanitasi.
“Di era kita, kita sisir semua sehingga kami telah menutup dapur lebih dari 2.000 dapur yang tidak punya syarat higienis dan sanitasi. Enggak punya, tutup. Secara permanen,” katanya dalam Transformasi MBG 2.0 di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Menurut dia, dapur yang memiliki sertifikat terkait higienis dan sanitasi saja belum tentu layak apalagi dapur yang tidak punya.
Oleh karena itu, Sudaryono menegaskan jika ditemukan kelalaian yang disengaja, maka dapur tersebut akan ditutup secara permanen.
- Antara
Hingga 100 hari Sudaryono memimpin, dia meyakini istilah “trust is good, but control is better”.
“Maka yang kami perkuat selama mempimin, kami bukan hanya trust tapi menjalakan fungsi kontrol. Maka fungsi pengawasan kami perkuat,” terangnya.
Dia mengatakan fungsi pengawasan itu dijalankan untuk meminimalisir adanya dapur-dapur yang tidak memenuhi syarat.
Sudaryono menampik adanya persoalan hingga permasalahan dalam MBG di era sebelumnya.
Menurutnya, beberapa permasalahan yang ditemukan di era sebelumnya meliputi beberapa hal. Salah satunya, yakni praktik korupsi yang merajalela.
“Ini sudah menjalar ke level dapur. Bahkan, sampai ada oknum yang menghadapi tuntutan hukum,” terangnya.
Permasalahan lainnya, yaitu tata kelola yang tidak jelas, komunikasi yang buruk antar pihak terkait hingga adanya yayasan calo.
“Di era sekarang kita bersihkan. Kita enggak peduli itu punya siapa. Selama enggak ada peranan yayasan itu punya siapa kita bersihkan,” tegasnya. (nsi)




