Efisiensi Pengeluaran Klub Liga Inggris dalam Meraih Poin

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Analis olahraga dari ESPN menyusun pemeringkatan efisiensi finansial klub Liga Inggris berdasarkan rasio pengeluaran per poin selama sepuluh musim terakhir. Dikutip dari laporan ESPN, perhitungan ini mengombinasikan rata-rata gaji pemain dan pengeluaran transfer bersih dibagi total poin yang diraih setiap tim.

Studi ini menyoroti ketimpangan finansial yang parah di kompetisi teratas Inggris pasca-skandal pelanggaran aturan keuangan Manchester City. Data menunjukkan bahwa kesuksesan klub tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah dana raksasa yang digelontorkan di bursa transfer.

Kejutan Klub Paling Efisien dan Strategi Berbasis Data

Brentford menempati posisi teratas sebagai klub paling efisien dengan pengeluaran hanya sebesar 1,2 juta Euro per poin. Klub berjuluk The Bees ini menerapkan pendekatan Moneyball dengan memanfaatkan analisis data tajam dalam merekrut pemain serta mengambil keputusan taktis di lapangan.

Manajemen Brentford mengalokasikan sekitar 75 persen dari total pendapatan mereka khusus untuk gaji pemain. Angka ini jauh melampaui rata-rata klub jajaran Big Six yang hanya mengalokasikan sekitar 56 persen pendapatan mereka untuk struktur gaji.

Di bawah Brentford, Bournemouth dan Brighton menyusul di peringkat kedua dan ketiga dengan catatan di bawah dua juta Euro per poin. Kedua klub ini membuktikan keberhasilan manajemen dalam mengelola risiko teknis serta menemukan bakat-bakat muda potensial tanpa harus membengkakkan anggaran transfer.

Performa Raksasa Liga dan Hambatan Aturan Keuangan

Liverpool menjadi klub jajaran Big Six dengan tingkat efisiensi terbaik karena berada di peringkat ke-11 dengan rata-rata 2,7 juta Euro per poin. Klub asal Merseyside tersebut memilih mengalokasikan anggaran untuk mempertahankan pilar utama ketimbang berbelanja secara agresif di pasar transfer.

Sementara itu, Aston Villa dan Newcastle United menghadapi tembok tebal aturan regulasi keuangan kompetisi meskipun tampil efisien di angka 2,3 juta Euro per poin. Aturan baru tersebut memaksa kedua klub melepas sejumlah pemain bintang guna menjaga keseimbangan neraca keuangan mereka.

Borosnya Pengeluaran Manchester United dan Chelsea

Manchester United mencatatkan rekor paling buruk dalam daftar ini dengan menghabiskan 5,3 juta Euro untuk setiap satu poin yang diraih. Perubahan enam manajer berbeda sepanjang satu dekade terakhir memperparah pemborosan anggaran transfer dan beban gaji klub tersebut.

Chelsea dan Arsenal juga mencatatkan angka efisiensi yang tergolong rendah, masing-masing menghabiskan 4,1 juta Euro dan 3,8 juta Euro per poin. Chelsea bahkan sempat dijatuhi sanksi denda akibat puluhan pelanggaran aturan finansial yang terjadi pada periode manajemen sebelumnya.

Manchester City berada di urutan ke-17 dengan biaya 3,6 juta Euro per poin di tengah sorotan 114 dakwaan pelanggaran aturan keuangan. Dominasi gelar juara kompetisi domestik yang diraih klub tersebut dinilai tetap menyisakan kontroversi besar terkait keabsahan neraca belanja mereka.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mahasiswa Trisakti akan Demo di Istana Negara Hari Ini, Perjalanan Sempat Dihadang Polisi
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Kepala BGN: Lebih dari 2.000 Dapur MBG Ditutup Karena Tidak Memenuhi Syarat Higienis dan Sanitasi
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Mercy Sihombing Cabut Gugatan Suket Penyetaraan Pendidikan SMA Gibran di PTUN
• 4 jam laluokezone.com
thumb
8 Pejabat Bapanas-Bulog Dicopot Imbas Kasus Oplos Beras SPHP
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Pilkades Digital Mulai Dijalankan di Jawa Barat, Dedi Mulyadi Bahas Penghematan Anggaran dan Risiko Kecurangan
• 4 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.