Titik Kebakaran Hutan di Papua Selatan Turun, Modifikasi Cuaca Digencarkan

liputan6.com
2 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di wilayah Papua Selatan. Untuk mempercepat pemadaman, BNPB turut melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan menyemai garam guna memicu pertumbuhan awan hujan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah Papua Selatan, meliputi Kabupaten Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat.

Advertisement

Berton mengungkapkan, BNPB mendukung upaya pemadaman karhutla melalui operasi modifikasi cuaca.

"Saat ini yang dilaporkan kepada kami ada 161 hektare yang terbakar dan kami juga melakukan 10 sorti untuk menyemaikan 10.000 kilogram NaCl," kata Berton, Kamis (29/10/2026).

Menurut Berton, sebaran titik api di wilayah tersebut menurun signifikan. Dari sebelumnya tercatat 295 titik, kini jumlahnya berkurang menjadi 65 titik.

BNPB tetap melakukan berbagai upaya agar seluruh wilayah Papua Selatan dapat terbebas dari kebakaran.

Operasi Modifikasi Cuaca Terus DilakukanBerton menunjukkan upaya BNPB melaksanakan OMC dengan menyemai garam dari pesawat untuk mendorong pertumbuhan awan hujan.

"Gambar pertama operator kita melakukan penyemaian garam. Dan yang di tengah adalah bagaimana potensi pertumbuhan awan sebelum terjadi OMC dan setelah terjadi OMC kita lihat, ada signifikan pertumbuhan yang banyak terhadap awan-awan yang ada di Papua Barat setelah kita semaikan garam tersebut," ucap dia.

Berton berharap hujan terus turun setelah pelaksanaan OMC melalui penyemaian garam dari pesawat BNPB.

"Ini adalah gambar dan video bagaimana kejadian hujan yang terjadi di Papua khususnya di distrik Minyamur, Papua Selatan beberapa jam setelah terjadi OMC dan kita berharap hujan ini pun akan tetap terjadi sehingga titik api baik itu yang ada di permukaan maupun yang ada di dalam permukaan misalnya gambut bisa teratasi dengan baik," terang dia.

Selain itu, Berton mengingatkan bahwa saat ini El Nino berada pada kondisi sangat kuat. Papua Selatan juga dinilai rawan kebakaran dan terdampak asap lintas batas dari Papua Nugini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BP Tapera: Pemerintah beri kesempatan emas generasi muda miliki rumah
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Sasar Pasar di Sulsel, Geely Perkenalkan Empat Model di GIIAS Makassar 2026
• 12 jam laluharianfajar
thumb
Alasan Tak Masuk Akal di Balik Siksaan Keji Satu Keluarga Malaysia terhadap ART Asal Banten
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Airlangga Dorong Pembangunan Hunian Vertikal untuk ASN di Jakarta
• 22 jam laludetik.com
thumb
Peringatan Dini BMKG: Waspada Tinggi Gelombang Laut Indonesia 29 Oktober-1 November 2026
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.