Grid.ID – Memilih sepatu lari sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan latihan. Sebab, sepatu untuk latihan lari cepat belum tentu memiliki fungsi yang sama dengan sepatu yang digunakan saat perlombaan atau race day.
New Balance memiliki dua model sepatu yang dirancang untuk kebutuhan tersebut, yakni SC Rebel dan SC Elite.
Lantas, apa perbedaan keduanya?
New Balance SC Rebel untuk latihan lari cepat
SC Rebel dapat menjadi pilihan bagi pelari yang ingin meningkatkan kecepatan dan mengejar personal best atau catatan waktu terbaik.
Brand Marketing Manager New Balance, Joshua Prakoso Wibowo mengatakan, sepatu ini dirancang untuk mendukung latihan lari cepat.
SC Rebel terbaru menggunakan Infinion Foam dan propulsion plate yang dirancang untuk memberikan respons saat berlari.
New Balance SC Elite untuk race day
Berbeda dari SC Rebel, SC Elite dirancang untuk pelari yang ingin memaksimalkan performa saat perlombaan.
Dengan teknologi terbarunya, SC Elite v6 menggunakan Infinion Foam pada bagian midsole serta teknologi Energy Arc yang memadukan pelat serat karbon untuk membantu menghasilkan dorongan saat melangkah.
Nuraulia Intifadhah (Coach Aul), pelatih New Balance Run Club (NBRC), menuturkan, “Menurut saya, karakter sepatu itu baru benar-benar terasa saat dipakai berlari. Saat Berlin Marathon kemarin, saya menggunakan SC Elite v6. Saya merasakan bantalan yang tetap empuk, tetapi juga responsif saat pace mulai meningkat. Ada sensasi dorongan dari carbon fiber plate-nya yang membuat langkah terasa lebih dinamis. Buat pelari yang sedang mengejar personal best atau ingin menjaga pace sampai akhir lomba, karakter sepatu seperti ini bisa menjadi salah satu faktor yang membantu mereka berlari lebih percaya diri.”
SC Elite generasi terbaru juga hadir dengan bobot yang lebih ringan, sementara teknologi karbonnya tetap sama.
“Elite itu memang for serious runner. Kalau SC Rebel itu untuk latihan lari cepat, untuk mengejar personal best,” ujar Joshua.
Sesuaikan sepatu dengan jenis latihan
Selain SC Rebel dan SC Elite, New Balance juga memiliki seri 1080v15 yang dirancang untuk latihan harian hingga lari jarak jauh atau long run.
Joshua menjelaskan, seri 1080 dapat menjadi pilihan untuk lari jarak jauh karena menawarkan bantalan yang empuk.
Ia juga menyebut daya tahan sepatu tersebut rata-rata berkisar 500–800 kilometer. Namun, masa pakainya dapat berbeda bergantung pada frekuensi penggunaan, permukaan lintasan, dan cara perawatan.
Untuk memudahkan para pelari dalam menentukan sepatu yang sesuai dengan kebutuhannya, New Balance pun menggelar Run Hub on Wheels, sebuah mobile brand activation truck yang menghadirkan pengalaman mengenal dan mencoba sepatu lari secara langsung.
Melalui inisiatif ini, New Balance memperkenalkan lima model sepatu yang dirancang untuk berbagai kebutuhan, mulai dari latihan kecepatan, lari jarak jauh, hingga race day.
Run Hub on Wheels menjadi titik temu bagi pelari untuk mengeksplorasi karakter setiap sepatu sekaligus berinteraksi dengan komunitas lari.
Martina Harianda Mutis, Senior General Manager Brand Marketing & Consumer Engagement, SEA, PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAA), menyampaikan, “Melalui Run Hub on Wheels, kami ingin membawa pengalaman mencoba sepatu New Balance lebih dekat kepada komunitas pelari. Kami percaya bahwa fitur dan teknologi sepatu perlu dirasakan secara langsung agar pelari dapat memahami karakter setiap model dan menemukan sepatu yang sesuai dengan kebutuhan serta tujuan lari mereka.”
Sebelum memilih sepatu lari, kenali terlebih dahulu kebutuhan latihan dan target yang ingin dicapai agar sepatu yang digunakan terasa nyaman dan sesuai dengan aktivitas lari. (*)
Artikel Asli




