HARIAN.FAJAR.CO.ID, BULUKUMBA – Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan, termasuk bagi warga yang terkendala administrasi jaminan kesehatan.
Penegasan itu disampaikan menyusul meninggalnya Nakla Syafira, bayi berusia satu tahun yang sempat menjalani perawatan intensif di RSUD H Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba.
Andi Muchtar yang akrab disapa Andi Utta menegaskan bahwa ia sebelumnya telah menginstruksikan jajarannya agar Nakla mendapatkan penanganan medis secara serius setelah mengetahui kondisi bayi tersebut.
“Setelah di rumah sakit sudah kritis. Sebelumnya saya perintahkan untuk ditangani serius dan dirawat di ICU,” ujar Andi Utta pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Nakla meninggal dunia pada Kamis sekitar pukul 03.00 Wita setelah menjalani perawatan intensif selama sembilan hari di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Bulukumba.
Andi Utta menduga keterlambatan membawa Nakla ke rumah sakit membuat kondisi kesehatannya semakin memburuk.
Sebelum dirujuk, bayi tersebut dilaporkan mengalami radang tenggorokan hingga kesulitan menerima makanan dan susu.
Menurut dia, keluarga baru mencari pertolongan medis ketika kondisi Nakla telah memburuk.
Karena itu, ia menilai edukasi kesehatan dan kemudahan akses pelayanan medis perlu terus diperkuat agar masyarakat segera membawa anggota keluarga yang sakit ke fasilitas kesehatan.
Andi Utta menegaskan bahwa masyarakat tidak seharusnya menunda pemeriksaan atau pengobatan karena khawatir tidak memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan.
Ia mengatakan pemerintah daerah berupaya membantu warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, termasuk melalui dukungan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan pengurusan administrasi jaminan kesehatan setelah pasien mendapatkan pelayanan medis.
“Banyak yang ragu takut ke rumah sakit karena tidak punya BPJS. Saya ada Baznas dan semua pelayanan rumah sakit tidak harus ada BPJS. Setelah dilakukan pelayanan medis, lalu diupayakan administrasi BPJS dan lainnya,” jelasnya.
Menurut Andi Utta, kemudahan akses layanan menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat memperoleh pertolongan sesuai kebutuhan.
Ia juga menekankan perlunya meningkatkan pemahaman warga mengenai pentingnya penanganan medis, terutama ketika menghadapi penyakit yang membutuhkan pemeriksaan tenaga kesehatan.
Pemerintah daerah, kata dia, telah berupaya mendekatkan pelayanan publik melalui program Jambore Pelayanan Publik yang dilaksanakan di tingkat kecamatan.
Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai layanan, mulai dari administrasi kependudukan, perpanjangan surat izin mengemudi (SIM), hingga pemeriksaan kesehatan. Pelaksanaannya dijadwalkan setiap Rabu dan Kamis, pukul 08.00 hingga 17.00 Wita.
“Bahkan saya bikin layanan publik di semua kecamatan setiap hari Rabu dan Kamis dari jam 08.00 sampai 17.00. Semua pelayanan lebih dekat dari masyarakat, mulai dari Dukcapil sampai perpanjangan SIM, juga instansi vertikal kolaborasi,” katanya.
Andi Utta mengklaim layanan kesehatan dalam kegiatan tersebut telah menjangkau lebih dari 5.000 orang selama dua hari. Pelayanan yang disediakan antara lain pemeriksaan ibu hamil, kegiatan Posyandu, dan pemeriksaan kolesterol.
Untuk memperluas jangkauan informasi, pemerintah daerah juga melakukan sosialisasi melalui kendaraan keliling dengan pengeras suara serta pengumuman di masjid setiap Jumat.
Kasus Nakla menjadi perhatian setelah kondisi bayi tersebut viral di media sosial. Bayi yang tinggal bersama neneknya di Kelurahan Loka, Kecamatan Ujung Bulu, itu dilaporkan mengalami kesulitan makan dan minum sebelum akhirnya mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Andi Utta mengatakan, keluarga Nakla tercatat dalam daftar penerima bantuan sosial.
Ia juga menduga keterbatasan ekonomi dan kebiasaan sebagian masyarakat mengandalkan pengobatan tradisional dapat memengaruhi keputusan untuk mencari pertolongan medis.
Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab keterlambatan penanganan Nakla.
Ketua RW di Kelurahan Loka, Rahmi Amrahi, membenarkan bahwa Nakla meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif.
Rahmi juga mengatakan dirinya membawa bayi tersebut ke rumah sakit setelah menerima informasi dari nenek Nakla yang meminta bantuan.
“Begitu tidak bisa dia tangani sendiri, baru dia sampaikan ke saya, sakit cucuku. Saya ke sana lihat, langsung saya ambil, bawa ke rumah sakit,” kata Rahmi. (ams)





