JAKARTA, DISWAY.ID - Anggota Komisi I DPR Oleh Soleh mengatakan pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan positif untuk kemajuan kedua negara.
Ia meyakini dalam pertemuan itu, Prabowo kembali menegaskan tentang Asta Cita Pak Presiden dalam memimpin Indonesia.
"Kami memandang pertemuan bilateral tersebut cukup positif demi kemajuan kedua belah pihak dan tentunya, Pak Presiden pasti akan menegaskan kembali tentang Asta Cita Pak Presiden dalam memimpin Indonesia. Salah satunya adalah soal bagaimana agar Pasal 33 (UUD) ini betul-betul dijalankan dengan baik," kata Oleh Soleh, Jumat, 30 Oktober 2026.
BACA JUGA:Prabowo Siapkan Langkah Besar Lewat UU Satu Data Indonesia, Ini Tujuannya
Politikus PKB ini mengatakan ada sejumlah persoalan yang perlu jadi perhatian dalam hubungan Indonesia dan Singapura.
Persoalan itu di antaranya kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), energi, bursa saham, hingga rencana pemerintah mengubah pola ekspor agar tak lagi bergantung pada pihak ketiga.
"Tentu ini sebuah momen yang cukup baik, pertama untuk bagaimana hubungan bilateral ini semakin kuat, semakin menguntungkan," ujar dia.
Dia menyinggung praktik perdagangan melalui Singapura yang justru memberikan keuntungan jauh lebih besar untuk negara tetangga tersebut.
"Kalau melihat data-data ekspor, data-data penjualan dari SDA melalui Singapura sebagaimana yang terekspos dalam ekspor-impor antara Indonesia-Singapura, tentu datanya cukup banyak sekali bisa lihat saja data ekspor," jelasnya.
BACA JUGA:Bonus Atlet Asian Games 2026: Emas Rp3 Miliar, Perak Rp525 Juta
"Data ekspor kita ke luar negeri melalui Singapura. Bahkan di sosmed ini lagi viral sawit ini diekspor ke Singapura lalu Singapura ekspor ke berbagai negara di belahan Eropa termasuk Israel dengan range harga yang jauh luar biasa," sambungnya.
Dia mengatakan praktik tersebut membuat Singapura mendapatkan keuntungan 100%.
Sementara itu, Indonesia mengalami kerugian akibat praktik tersebut.
Karena itu, ia berharap dengan adanya pertemuan itu ada formulasi yang disepakati.
"Mudah-mudahan ke depan ada formulasi yang disepakati, Singapura dapat memahami soal kebijakan Pak Presiden. Pak Presiden juga terus komitmen untuk kedaulatan energi di Indonesia," tuturnya.
- 1
- 2
- »





