Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur terus mendalami kasus pembunuhan berencana disertai mutilasi terhadap seorang ibu bernama Dini Hardianti dan anaknya yang berinisial AGF di Madiun. Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa 16 orang saksi untuk melengkapi berkas perkara.
Kasubdit Jatanras Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, menyatakan bahwa proses penyelidikan sangat terbantu oleh keterangan para saksi, termasuk istri tersangka, Martha Amalia. Keterangan sang istri menjadi petunjuk penting bagi kepolisian untuk melacak dan meringkus tersangka, Dwi Bagus Martono, di tempat persembunyiannya di wilayah Jombang, Jawa Timur.
Dari hasil pemeriksaan intensif terhadap tersangka dan istrinya, terungkap fakta bahwa Dwi Bagus Martono memiliki kegemaran menonton film bertema detektif, teka-teki, hingga thriller pembunuhan.
Baca Juga :
Tersangka Mutilasi Madiun Butuh 3 Hari untuk Hilangkan Jejak Jasad KorbanKendati memiliki ketertarikan pada tontonan bertema kejahatan, polisi menegaskan bahwa kepribadian tersangka belum mengarah pada indikasi psikopat. Berdasarkan pemeriksaan awal oleh tim ahli psikologi, kondisi kejiwaan tersangka tergolong stabil dan tingkat kecerdasannya baik.
“Dari sisi kecerdasan bagus, dari sisi kejiwaan memang dia senang teka-teki. Senang film-film detektif-detektif. Belum mengarah ke sana (indikasi psikopat). Sampai saat ini pemeriksaan masih kondisinya stabil,” jelas Arbaridi dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat, 30 Oktober 2026.
Saat ini, kepolisian masih melanjutkan proses penyidikan guna mendalami motif serta rangkaian peristiwa dalam kasus pembunuhan keji tersebut sebelum dilimpahkan ke kejaksaan.




