Jakarta: Harga emas Antam turun Rp13 ribu ke posisi Rp2,546 juta dari semula Rp2,559 juta per gram. Sementara harga beli kembali (buyback) juga merosot Rp13 ribu ke Rp2,341 juta per gram.
Melansir laman Logam Mulia Antam, Jumat, 30 Oktober 2026, harga emas batangan Antam sewaktu-waktu bisa berubah.
Setiap transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen. PPh Pasal 22 tersebut akan dipotong langsung dari total nilai transaksi pada saat pelaksanaan buyback.
Adapun untuk harga beli emas Antam dikenakan pajak PPh 0,25 persen dari harga dasar yang tertera di laman resmi. Berikut daftar lengkap harga emas Antam per 30 Oktober 2026:
- Harga emas 0,5 gram: Rp1.323.000.
- Harga emas 1 gram: Rp2.546.000.
- Harga emas 2 gram: Rp5.032.000.
- Harga emas 3 gram: Rp7.523.000.
- Harga emas 5 gram: Rp12.505.000.
- Harga emas 10 gram: Rp24.955.000.
- Harga emas 25 gram: Rp62.262.000.
- Harga emas 50 gram: Rp124.445.000.
- Harga emas 100 gram: Rp248.812.000.
- Harga emas 250 gram: Rp621.765.000.
- Harga emas 500 gram: Rp1.243.320.000.
- Harga emas 1.000 gram: Rp2.486.600.000.
Ilustrasi. Foto: dok MI.
Baca Juga :
Harga Emas Dunia Turun, Pasar Antisipasi Kenaikan Suku Bunga The FedHarga emas dunia turun pada perdagangan Kamis karena ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve tetap tinggi menyusul rilis data ekonomi AS. Harga minyak dunia juga berbalik arah dalam sesi perdagangan yang fluktuatif, membuat para pelaku pasar logam mulia tetap waspada.
Melansir Investing, Jumat, 30 Oktober 2026, harga emas spot turun 1,4 persen menjadi USD4.009,85 per oz. Sementara emas berjangka melemah 0,3 persen menjadi USD4.021,25 per oz.
Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu memutuskan untuk mempertahankan suku bunga kebijakan utama dengan perolehan suara 10 banding 2; Gubernur Lisa Cook dan Presiden The Fed Cleveland, Beth Hammack, lebih memilih kenaikan sebesar seperempat poin persentase.
Hasil ini sebagian besar telah diantisipasi, menyusul kenaikan suku bunga pertama oleh FOMC dalam lebih dari tiga tahun yang terjadi pada September.
Ketua The Fed, Kevin Warsh, dalam pernyataannya setelah keputusan tersebut, menyoroti kekuatan ekonomi terkini serta komitmen bank sentral terhadap target inflasi tahunan sebesar dua persen.
Namun, ia tidak memberikan panduan ke depan (forward guidance) terkait suku bunga. Pasar kini secara luas memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan terakhir tahun ini di Desember.




