MALANG, iNews.id – Polisi menetapkan 12 orang sebagai tersangka usai kedapatan membawa bom molotov pasca-aksi demonstrasi Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (28/10/2026) lalu. Mereka sebelumnya ditangkap di Jalan Suropati, Kecamatan Klojen, Kota Malang, sekitar pukul 17.30 WIB, seusai massa aksi dari elemen mahasiswa dan masyarakat sipil membubarkan diri secara tertib.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi Sukarno menjelaskan, pengamanan bermula ketika petugas mencurigai pergerakan sekelompok pemuda berjumlah 13 orang yang berjalan menuju kawasan Balai Kota Malang.
"Oleh anggota diberhentikan dan dilakukan pemeriksaan. Hasilnya didapati dua orang di antara mereka membawa empat botol bom molotov berupa botol kaca berisi cairan berbau menyengat dan dilengkapi sumbu," ujar Kombes Danang di Mapolresta Malang Kota, Jumat (30/12/2026).
Baca Juga:Langgar Kode Etik Jurnalistik, Inilah.com Disanksi Dewan Pers Wajib Minta Maaf ke MNC Bank!Kapolresta mengungkapkan, hasil pemeriksaan terhadap 13 orang tersebut, penyidik mengonfirmasi bahwa 12 orang ditetapkan sebagai tersangka, sementara satu orang lainnya berstatus saksi lantaran tidak terbukti mengetahui rencana kejahatan tersebut.
“Tiga pemuda berinisial FA, YWW, dan IR (23) diidentifikasi sebagai inisiator utama yang mencetuskan ide serta membawa bom molotov ke lokasi,” katanya.
Ketiganya dijerat dengan Pasal 306 juncto Pasal 20 KUHP dan atau Pasal 248 KUHP tentang perbuatan menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana.
Sementara sembilan tersangka lainnya, yakni RA (24), BSR (23), KA (27), PPT (21), AGP (29), IZA (25), AD (25), ABA (25), dan MJM (24), dijerat Pasal 306 juncto Pasal 20 KUHP terkait keterlibatan tanpa hak atas bahan peledak/bahan berbahaya dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun.
Rencana Lempar Molotov ke Gedung DPRDSelain menyita 4 botol bom molotov, penyidik mengamankan 12 unit ponsel milik para tersangka. Dari analisis digital, terungkap rencana para pelaku untuk melemparkan bom molotov ke Gedung DPRD Kota Malang demi menciptakan kerusuhan.
Baca Juga:Kolonel Budi Utomo Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG, Mabes TNI Beri TanggapanKombes Danang menegaskan bahwa ke-12 tersangka bukan bagian dari kelompok massa aksi mahasiswa. Saat ini, Polresta Malang Kota berkoordinasi dengan Ditreskrimum dan Unit Cyber Polda Jatim untuk memburu aktor di balik pergerakan kelompok ini.
"Kami masih terus melakukan perangkaian kegiatan penyidikan secara scientific crime investigation, apakah ada aktor intelektual di belakang, apakah ada modus lain, serta apakah ada penyandang dananya," kata Danang.
#jatim




