Polisi masih memburu pelaku pencurian sepeda motor milik tukang ojek pangkalan lansia bernama Setiyadi (63) di RSUP Dr. Sardjito yang berada di kompleks kampus UGM, Sleman, DIY.
Motor dibawa kabur oleh pelaku yang berpura-pura menjadi penumpang dan meminta diantar ke rumah sakit dengan alasan menjenguk istri yang sakit. Pelaku kemudian meminjam kendaraan dengan alasan hendak membeli jus jambu. Motor pun dibawa kabur.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, mengatakan Unit Reskrim Polsek Mlati telah menggandeng Resmob Polresta Sleman untuk memburu pelaku.
"Untuk perkembangan penanganan perkara, saat ini kasus masih dalam tahap penyelidikan. Unit Reskrim Polsek Mlati telah melakukan langkah percepatan dengan berkoordinasi bersama Resmob Polresta Sleman," kata Argo saat dihubungi kumparan, Jumat (30/10/2026).
Polisi tengah menelusuri rekaman CCTV untuk mengidentifikasi ciri-ciri hingga identitas terduga pelaku.
"Sampai saat ini, petugas masih melakukan penelusuran rekaman CCTV serta pendalaman untuk mengidentifikasi wajah terduga pelaku yang belum terlihat jelas," ujarnya.
"Penyelidikan masih terus dilakukan secara intensif guna mengungkap identitas dan keberadaan terduga pelaku," ujarnya.
4 Peristiwa di SardjitoPihak RSUP Dr. Sardjito mencatat ada tiga kasus penipuan serupa yang terjadi di lingkungannya.
"Jadi (total) ada empat peristiwa itu terdiri dari peminjaman uang lalu kabur, peminjaman hp lalu kabur, dan modus nipu motor ojek pengkolan, dilakukan di luar area RS Sardjito. Yang keempat (kasus Setiyadi) modus sama dengan nomor tiga tapi dilakukan di depan gedung parkir Sardjito," kata Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr. Sardjito Banu Hermawan saat dihubungi kumparan, Kamis (29/10/2026).
"Jadi ada yang ketipu uang, ada HP, hingga motor," katanya.
Banu mengatakan terduga pelaku menggunakan modus adol welas atau menjual rasa kasihan dengan berpura-pura istrinya sakit. Padahal, tidak ada istri maupun anggota keluarga yang dirawat di rumah sakit tersebut.
"Adol welas. Ternyata setelah kita lacak tidak ada keluarga pasien ini. (Lokasi RSUP Dr Sardjito) cuma sebagai modus aja posisinya," kata Banu.
RSUP Dr. Sardjito juga menegaskan tidak terlibat dalam sederet kasus penipuan ini. Masyarakat diimbau tetap menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dengan disertai kewaspadaan.
"Jangan mudah percaya terhadap permintaan pinjaman uang, kendaraan, atau barang berharga dari orang yang belum dikenal, terlebih jika disertai janji imbalan yang tidak wajar," katanya.
Banu mengatakan para korban mayoritas berusia lanjut. Kemungkinan, pelaku juga memanfaatkan keterbatasan lansia dalam hal teknologi.
"Ojek pangkalan itu kan lansia, nggak punya hape malahan. Terus kedua diiming-imingi dibayar tiga kali lipat. Jadi ngantar ke Sardjito berapa Rp 30 ribu nanti akan dibayar Rp 100 ribu," ujarnya.
Banu mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian terkait kasus penipuan ini.
Kronologi KejadianDiberitakan sebelumnya, seorang tukang ojek pangkalan bernama Setiyadi (63) diduga menjadi korban pencurian sepeda motor di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, pada Selasa (27/10/2026). Peristiwa bermula ketika Setiyadi mengantarkan seorang penumpang laki-laki dari Tempel, Sleman, menuju rumah sakit tersebut sekitar pukul 14.00 WIB.
Setibanya di parkiran rumah sakit pada pukul 15.20 WIB, penumpang tersebut meminta Setiyadi menunggu di masjid karena ia mengaku hendak menjenguk istrinya yang dirawat di lantai 5. Sekitar pukul 15.45 WIB, penumpang itu kembali dan meminjam sepeda motor Setiyadi dengan alasan ingin membeli jus jambu. Tanpa menaruh curiga, Setiyadi menyerahkan kunci motornya, tetapi penumpang tersebut tak kunjung kembali.
Akibat kejadian itu, Setiyadi kehilangan sepeda motor Honda Supra X 125 bernomor polisi AB 5083 FZ. Pihak keluarga telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Mlati untuk ditindaklanjuti.





