Laba bersih yang relatif stabil dipengaruhi oleh peningkatan rugi selisih kurs yang belum terealisasi dari kegiatan pendanaan.
IDXChannel - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp7,87 triliun hingga September 2026.
Capaian tersebut relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, meskipun perseroan mencatatkan pertumbuhan penjualan dan laba usaha.
Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim mengatakan, laba bersih yang relatif stabil dipengaruhi oleh peningkatan rugi selisih kurs yang belum terealisasi dari kegiatan pendanaan.
Peningkatan rugi selisih kurs tersebut terutama berasal dari obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) yang diterbitkan oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), seiring dengan pelemahan nilai tukar rupiah.
"Didukung dengan model bisnis yang terintegrasi secara vertikal, Indofood mencatatkan kinerja yang solid selama periode sembilan bulan pertama tahun ini," ujar Anthoni dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (30/10/2026).
Adapun Indofood mencatatkan penjualan neto konsolidasi sebesar Rp101,49 triliun. Angka ini meningkat 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp90,98 triliun.
Sejalan dengan pertumbuhan penjualan, laba usaha INDF meningkat 15 persen menjadi Rp20,80 triliun dari sebelumnya Rp18,10 triliun. Marjin laba usaha juga membaik menjadi 20,5 persen dari 19,9 persen pada sembilan bulan pertama 2025.
Sementara itu, laba inti atau core profit Indofood tumbuh 11 persen menjadi Rp9,37 triliun dibandingkan Rp8,42 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba inti mencerminkan kinerja operasional perseroan dengan mengecualikan sejumlah pos tertentu.
"Untuk ke depannya, perseroan tetap fokus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas, serta mempertahankan posisi neraca yang sehat," tutur dia.
(DESI ANGRIANI)L





