Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto membeberkan konsep alternatif program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengusung prinsip ekonomi kerakyatan berbasis kearifan lokal.
Usai menghadiri konsolidasi DPD PDIP Lampung, Jumat (30/10/2026) malam, Hasto menekankan agar program gizi tersebut tidak dijalankan secara kaku dan sentralistik dari pusat.
Advertisement
Ia mendorong keterlibatan aktif pemerintah daerah hingga pelaku UMKM dan pedagang kecil di tingkat akar rumput guna menggerakkan perekonomian lokal sekaligus memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.
"Jadi bukan sebagai satu program yang didesain secara sentralistik, tapi dengan melihat keunikan daerah, melibatkan dengan kepala daerah, dan juga menggunakan warung-warung rakyat," kata Hasto.
Menurut dia, gagasan alternatif tersebut bersumber dari penyerapan aspirasi kader di tingkat bawah. Karena itu, menurut Hasto, partai berlambang banteng moncong putih tersebut dituntut untuk tidak sekadar mengkritisi, melainkan menyodorkan solusi konkret di tengah masyarakat.
"Dengan hasil survei yang mengekspresikan ketidakpuasan atas berbagai kebijakan, PDI Perjuangan dengan memperkuat akar rumput itu juga dapat memberikan jawaban-jawaban," tutur dia.




