KINSHASA - Jumlah korban jiwa akibat Ebola di Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) telah melampaui 5.000 orang, menurut data pemerintah, sementara pihak berwenang belum menemukan cara untuk mengendalikan wabah virus paling mematikan yang pernah tercatat di negara tersebut.
Jumlah korban jiwa terbaru ini diumumkan pada Jumat, (30/10/2026).
Ebola telah menginfeksi lebih dari 10.000 orang di RD Kongo sejak wabah tersebut dinyatakan terjadi pada bulan Mei.
Belum ada pengobatan atau vaksin yang disetujui untuk melawan jenis virus Ebola langka, yaitu galur Bundibugyo, yang menjadi penyebab wabah saat ini.
Keterlambatan deteksi, konflik, dan layanan kesehatan yang kewalahan telah membuat virus ini menyebar lebih cepat dibandingkan wabah-wabah sebelumnya, hingga menjangkau delapan dari 26 provinsi di RDK.




