Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto meminta Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia tidak hanya menjadi organisasi pengusaha, tetapi juga mitra strategis negara dalam memperkuat kemandirian dan kedaulatan ekonomi nasional.
Pesan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menerima jajaran KADIN dalam pertemuan di Hambalang, Kabupaten Bogor, Sabtu. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI sekaligus Ketua Ke-15 MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan arahan Presiden harus segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret oleh dunia usaha.
"Presiden menghendaki Kadin tidak hanya menjadi organisasi para pengusaha, melainkan mitra strategis negara dalam membangun Indonesia yang mandiri, tangguh dan berdaulat secara ekonomi. Harapan tersebut harus dijawab dengan kerja nyata, investasi produktif, penguatan UMKM, hilirisasi, serta perluasan pasar ekspor," ujar Bamsoet dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, dunia usaha diharapkan semakin aktif membuka lapangan kerja, memperkuat industri nasional, meningkatkan investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Bamsoet menilai dunia usaha memiliki alasan kuat untuk tetap optimistis terhadap perekonomian nasional. Ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen pada semester I-2026, sementara pertumbuhan triwulan II-2026 mencapai 5,29 persen secara tahunan. Inflasi September 2026 juga terkendali pada 3,28 persen.
Di sektor investasi, realisasi investasi semester I-2026 mencapai Rp1.010,6 triliun dan menyerap 1.448.862 tenaga kerja. Dari jumlah tersebut, Rp507,8 triliun atau 50,2 persen mengalir ke luar Pulau Jawa.
Baca juga: Prabowo terima 250 anggota Kadin di Hambalang Bogor
Baca juga: Kadin rumuskan tiga rekomendasi hadapi tantangan ekonomi global
Bamsoet mengatakan capaian tersebut membuka peluang bagi Kadin daerah untuk lebih aktif menarik investasi, mengembangkan industri berbasis potensi lokal, dan menciptakan lapangan kerja baru.
Ia juga mengingatkan pesan Presiden Prabowo mengenai pentingnya memperkuat kerja sama pemerintah dengan seluruh kekuatan ekonomi nasional. Pemerintah membutuhkan dukungan dunia usaha, sementara pengusaha membutuhkan kebijakan yang memberikan kepastian berusaha.
"Ketika dunia menghadapi perang, gangguan rantai pasok, perubahan iklim, dan ketidakpastian keuangan, Indonesia tidak boleh sekadar menjadi pasar. Kita harus menjadi produsen, inovator, pengolah bahan mentah, serta pemain utama dalam perdagangan global," katanya.
Untuk menindaklanjuti arahan tersebut, Bamsoet mendorong Kadin memperkuat ketahanan dunia usaha dan daya beli masyarakat, mengintegrasikan industri dari hulu hingga hilir, serta mendorong penyederhanaan regulasi dan kepastian berusaha.
Ia juga menekankan pentingnya memperluas kemitraan antara pengusaha besar, menengah, koperasi, dan UMKM agar manfaat investasi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
"Presiden telah memberikan arah yang jelas. Kini tugas KADIN adalah menerjemahkannya menjadi program terukur, investasi yang menyerap tenaga kerja, produk yang kompetitif, dan keberpihakan nyata kepada pengusaha nasional," pungkas Bamsoet.
Baca juga: Kadin: Fundamental ekonomi RI masih kuat di tengah tekanan rupiah
Baca juga: Kadin: RI berpotensi tingkatkan peran dalam komputasi AI
Pesan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menerima jajaran KADIN dalam pertemuan di Hambalang, Kabupaten Bogor, Sabtu. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI sekaligus Ketua Ke-15 MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan arahan Presiden harus segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret oleh dunia usaha.
"Presiden menghendaki Kadin tidak hanya menjadi organisasi para pengusaha, melainkan mitra strategis negara dalam membangun Indonesia yang mandiri, tangguh dan berdaulat secara ekonomi. Harapan tersebut harus dijawab dengan kerja nyata, investasi produktif, penguatan UMKM, hilirisasi, serta perluasan pasar ekspor," ujar Bamsoet dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, dunia usaha diharapkan semakin aktif membuka lapangan kerja, memperkuat industri nasional, meningkatkan investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Bamsoet menilai dunia usaha memiliki alasan kuat untuk tetap optimistis terhadap perekonomian nasional. Ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen pada semester I-2026, sementara pertumbuhan triwulan II-2026 mencapai 5,29 persen secara tahunan. Inflasi September 2026 juga terkendali pada 3,28 persen.
Di sektor investasi, realisasi investasi semester I-2026 mencapai Rp1.010,6 triliun dan menyerap 1.448.862 tenaga kerja. Dari jumlah tersebut, Rp507,8 triliun atau 50,2 persen mengalir ke luar Pulau Jawa.
Baca juga: Prabowo terima 250 anggota Kadin di Hambalang Bogor
Baca juga: Kadin rumuskan tiga rekomendasi hadapi tantangan ekonomi global
Bamsoet mengatakan capaian tersebut membuka peluang bagi Kadin daerah untuk lebih aktif menarik investasi, mengembangkan industri berbasis potensi lokal, dan menciptakan lapangan kerja baru.
Ia juga mengingatkan pesan Presiden Prabowo mengenai pentingnya memperkuat kerja sama pemerintah dengan seluruh kekuatan ekonomi nasional. Pemerintah membutuhkan dukungan dunia usaha, sementara pengusaha membutuhkan kebijakan yang memberikan kepastian berusaha.
"Ketika dunia menghadapi perang, gangguan rantai pasok, perubahan iklim, dan ketidakpastian keuangan, Indonesia tidak boleh sekadar menjadi pasar. Kita harus menjadi produsen, inovator, pengolah bahan mentah, serta pemain utama dalam perdagangan global," katanya.
Untuk menindaklanjuti arahan tersebut, Bamsoet mendorong Kadin memperkuat ketahanan dunia usaha dan daya beli masyarakat, mengintegrasikan industri dari hulu hingga hilir, serta mendorong penyederhanaan regulasi dan kepastian berusaha.
Ia juga menekankan pentingnya memperluas kemitraan antara pengusaha besar, menengah, koperasi, dan UMKM agar manfaat investasi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
"Presiden telah memberikan arah yang jelas. Kini tugas KADIN adalah menerjemahkannya menjadi program terukur, investasi yang menyerap tenaga kerja, produk yang kompetitif, dan keberpihakan nyata kepada pengusaha nasional," pungkas Bamsoet.
Baca juga: Kadin: Fundamental ekonomi RI masih kuat di tengah tekanan rupiah
Baca juga: Kadin: RI berpotensi tingkatkan peran dalam komputasi AI





