tvOnenews.com, Jakarta – Jagat media sosial dihebohkan oleh kabar pengunduran diri mengejutkan dari seorang perwira menengah Polda Metro Jaya. Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi (Kabag Renmin) Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Dr. Netty Rosdiana Siagian, secara terbuka mengumumkan pengunduran dirinya dari dinas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Pengumuman mengejutkan tersebut diunggah langsung melalui akun Instagram pribadinya, @netty_diana, pada Sabtu (31/10/2026).
Dalam unggahannya, Netty menyatakan permohonan pengakhiran masa dinas aktifnya terhitung sejak 1 September 2026 setelah melewati kalkulasi dan pertimbangan pribadi yang sangat matang.
"Permohonan ini saya ajukan setelah melalui pertimbangan yang matang dan dengan kesadaran serta kemauan saya sendiri. Keputusan ini bukan karena adanya paksaan atau tekanan dari pihak mana pun," tulis Netty dalam narasi tertulisnya yang mendadak viral.
Netty mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan pengabdian serta pengalaman panjang yang didapat selama berkarier di Korps Bhayangkara. Kendati demikian, ia secara terbuka menyampaikan alasan emosional sekaligus menohok di balik keputusannya melepas seragam kebanggaan.
"Tidak mudah meninggalkan institusi yang pernah menjadi bagian dari hidup dan pengabdian. Namun, lebih menyakitkan jika harus bertahan dalam tatanan yang tak lagi sejalan dengan hati nurani," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa langkah mundur yang diambilnya bukanlah bentuk rasa takut atau kehilangan keberanian, melainkan upaya mutlak menjaga prinsip dan integritas yang selama ini diyakininya.
"Saya tidak pergi karena kehilangan keberanian, tetapi karena saya tidak ingin kehilangan prinsip. Saya tidak takut melepaskan jabatan, tetapi saya takut mengkhianati kebenaran yang saya yakini," lanjut tulisan perwira berpangkat Doktor tersebut.
Pernyataan menohok Netty berlanjut dengan kalimat yang menyentuh hati para netizen. Ia menegaskan bahwa jabatan dan seragam dapat dilepaskan kapan saja, namun prinsip hidup serta harga diri tak akan pernah ia korbankan.
"Seragam bisa ditanggalkan, jabatan bisa ditinggalkan, tetapi harga diri dan hati nurani tidak boleh diperjualbelikan. Saya memilih mundur dengan luka, daripada bertahan dengan mengorbankan prinsip. Sebab pengabdian sejati bukan sekadar tentang di mana kita berdiri, melainkan tentang nilai apa yang tetap kita pertahankan," pungkas Dr. Netty Rosdiana Siagian.




