Istanbul, VIVA - Dalam eskalasi konflik yang meningkat di Timur Tengah, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengatakan komunikasi diplomatik dengan Iran terus berlangsung. Washington tetap membuka peluang penyelesaian damai selama kepentingan utama keamanan AS terpenuhi, selama itu pula komunikasi antara kedua negara tetap terbuka.
"Ada sejumlah pembicaraan. Faktanya, pembicaraan tidak pernah berhenti," katanya Marco Rubio, Sabtu di Atlanta, seraya menambahkan bahwa komunikasi berlangsung secara langsung dan, lebih sering, melalui pihak perantara.
Rubio membela pendekatan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. "Pilihan Presiden dalam menghadapi setiap tantangan di berbagai belahan dunia adalah berupaya menyelesaikannya melalui jalur diplomatik dan secara damai jika memungkinkan," ujar Rubio.
Nuklir dan peran Iran ganggu stablitas kawasan, ujar Rubio, dua persoalan utama yang menjadi perhatian Washington. Ia menuduh Iran menargetkan kapal-kapal komersial di perairan internasional. Menurut dia, serangan terhadap kapal pengangkut minyak, gas alam, dan berbagai jenis kargo lainnya tidak hanya mengancam keamanan maritim, tetapi juga pasokan energi dan pangan global.
Rubio juga menyoroti dukungan Iran terhadap sejumlah kelompok di kawasan, termasuk Houthi di Yaman dan Hizbullah di Lebanon. Ia menilai aktivitas kelompok-kelompok tersebut turut memicu ketidakstabilan dan meningkatkan kekhawatiran keamanan negara-negara tetangga.
Sehubungan dengan keamanan kawasan Teluk, Rubio kembali menegaskan komitmen pertahanan Washington terhadap Arab Saudi. Ia mengatakan AS terus menjalin komunikasi secara rutin dengan Riyadh dan berkomitmen memenuhi kesepakatan yang telah dibuat kedua negara.





