Grid.ID - Kronologi bocah 9 tahun tewas berenang di galian proyek menjadi perbincangan publik. Korban diketahui tidak bisa berenang.
Kejadian nahas ini terjadi di wilayah Cilincing, Jakarta Utara pada Jumat (30/10/2025). Korban adalah FP (9).
Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri mengungkap bahwa galian tersebut sengaja digali untuk mencuci mobil proyek. Namun, anak-anak justru datang untuk berenang.
"Menurut saksi bahwa galian tersebut sengaja digali untuk mencari air buat mencuci mobil proyek,” ujarnya, dikutip dari Tribunnews pada Minggu (1/11/2026).
Lalu, bagaimana kronologi bocah 9 tahun tewas berenang di galian proyek ini? Diketahui FP dan teman-temannya datang untuk berenang.
FP datang bersama 3 orang temannya. Ia kemudian langsung menceburkan diri ke galian tersebut bersama seorang temannya.
"Selanjutnya, korban dan saksi 1 berinisial A (8) langsung terjun dengan menceburkan diri ke galian yang ada genangan airnya," ujar Bobby, dikutip dari KOMPAS.com pada Sabtu (1/11/2026).
Namun, diketahui kedua anak tersebut tidak bisa berenang. FP langsung berteriak dan meminta pertolongan temannya yang berada di lokasi kejadian.
Teriakan itu didengar oleh beberapa orang yang melintas. Mereka pun langsung berupaya untuk menyelamatkan FP dan temannya tersebut.
"Karena tidak bisa berenang, kemudian korban dan saksi A meminta tolong kepada dua orang temannya, saksi 2 dan saksi 3. Selanjutnya saksi 2 dan saksi 3 langsung berteriak meminta tolong," sambungnya.
Nahas, saat dievakuasi, FP dalam kondisi sudah tidak sadarkan diri. Ia kemudian dilarikan ke RS Pekerja Sukapura untuk mendapat pertolongan medis.
Namun, dokter jaga Instalasi Gawat Darurat menyatakan bahwa FP sudah meninggal dunia. Sementara itu, teman FP berhasil diselamatkan.
"Saat ditolong, korban sudah tenggelam tidak sadarkan diri dan saksi inisial A masih sempat sadar dan sempat diselamatkan," sambungnya.
"Dinyatakan sudah meninggal oleh dokter jaga IGD RS Pekerja Sukapura," jelasnya.
Boby menjelaskan bahwa jenazah korban dibawa pulang oleh pihak keluarga. Kemudian, jenazah akan segera dimakamkan.
Kronologi bocah 9 tahun tewas berenang di galian proyek ini menyita perhatian publik. PT Nindya Karya (Persero) mengonfirmasi bahwa lokasi galian tersebut berada di jalan akses bersama.
Pihaknya juga menjelaskan bahwa lokasi tersebut bukan bagian dari zona operasional utama proyek yang tengah dikelola. Kendati begitu, pihaknya memberikan perhatian dan pendampingan kepada keluarga korban.
"Atas nama manajemen, kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia," ujar Senior Vice President QHSE PT Nindya Karya (Persero), Dedikasi Firansyah.
"Kami juga berharap korban yang saat ini masih mendapatkan perawatan medis dapat segera pulih," sambungnya.
Pihaknya juga menyerahkan santunan kepada keluarga FP dan salah seorang temannya yang selamat dalam kejadian itu. Selain itu, proses investigasi kejadian ini pun masih berlanjut.
Pihak perusahaan juga mengimbau masyarakat untuk mengawasi anak-anak. Terlebih jika mereka bermain di area konstruksi.
Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan warga sekitar terkait kejadian tersebut. Hal itu bertujuan untuk membahas penanganan pasca kejadian. (*)
Artikel Asli




