JERMAN - Aksi protes ratusan ribu orang terkait biaya hidup yang berawal di Prancis kini merambah ke Jerman. Demonstrasi digelar di berbagai wilayah Jerman dengan melibatkan puluhan ribu orang.
Gerakan baru yang dipimpin kaum muda Jerman, yang dijuluki “Gen Z has got this!”, melancarkan protes terhadap tingginya biaya hidup, kurangnya pendanaan bagi sekolah dan universitas, masalah lingkungan. Aksi protes berlangsung di sejumlah kota besar, termasuk Berlin, Frankfurt, Cologne, dan Munich.
Kepolisian Cologne menyatakan bahwa meriam air digunakan setelah sejumlah pengunjuk rasa menyalakan kembang api saat berlangsungnya pawai di pusat kota.
“Tindakan kami ditujukan kepada para pembuat onar dan individu yang melakukan kekerasan, bukan kepada peserta yang berunjuk rasa secara damai,” demikian pernyataan pihak kepolisian, dilansir CNN, Minggu (1/11/2026).
Sementara di Hamburg, polisi antihuru-hara turun tangan setelah barikade dibakar dan petugas layanan darurat diserang.
‘’Terdapat peningkatan insiden di mana petugas layanan darurat dilempari dengan kembang api dan material konstruksi, polisi antihuru-hara kami mengambil tindakan tegas terhadap hal ini," ujar pihak kepolisian.
Sedngkan di Frankfurt, bom molotov dilemparkan ke arah petugas layanan darurat dan etalase toko dipecahkan, yang menyebabkan penutupan sebagian kawasan perbelanjaan Zeil. Petugas menangkap seorang tersangka dan menyita dua pucuk senjata setelah kaca sebuah toko senjata dipecahkan.
Penyelenggara gerakan 'Gen Z regelt' merancang aksi besar-besaran ini bertepatan dengan perayaan Halloween guna memaksimalkan jumlah peserta dan visibilitas. Menurut organisasi tersebut, sebanyak 120.000 orang berpartisipasi dalam aksi protes di seluruh Jerman pada hari Sabtu.
Tujuan aksi ini adalah untuk memprotes secara damai, dan penyelenggara menginstruksikan para peserta untuk tetap memperlihatkan wajah mereka, meskipun sedang mengenakan kostum Halloween.
Sementara itu, Aksi protes berskala nasional oleh gerakan "Rompi Kuning" (Yellow Vests) kembali berlangsung di Prancis. Aksi ini disebut sebagai gelombang ketiga demonstrasi, menyusul unjuk rasa sebelumnya pada tanggal 17 dan 24 Oktober. Para pelajar dan sejumlah serikat pekerja juga diperkirakan akan turut serta.




