Iran Tegaskan Tak Berencana Berunding dengan AS

kompas.tv
5 jam lalu
Cover Berita
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menunggu untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin, Moskow, Rusia, 23 Juni 2025. (Sumber: Alexander Kazakov/Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)

ISTANBUL, KOMPAS.TV - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Sabtu (31/10/2026) menegaskan bahwa Teheran tidak berencana mengadakan pembicaraan dengan pejabat Amerika Serikat (AS), sekaligus membantah laporan mengenai rencana perundingan tersebut.

Menurut kantor berita resmi Iran, IRNA, Araghchi mengatakan Teheran telah menelaah pesan yang dikirim Wakil Presiden AS J.D. Vance kepada pejabat senior keamanan Iran, Mohsen Rezaei. Namun, persoalan tersebut masih dikaji oleh pihak berwenang terkait.

Araghchi menegaskan bahwa Iran saat ini tidak melihat perlunya berunding dengan AS dan bahwa persyaratan yang diajukan Teheran sudah jelas.

Dia mengatakan komunikasi dengan Qatar dan Pakistan sebagai mediator masih berlangsung. Keputusan mengenai pelaksanaan negosiasi secara langsung atau tidak langsung akan diambil setelah AS menyetujui persyaratan Iran.

Meski demikian, Araghchi menilai pesan Vance dan upaya Washington untuk membuka dialog serta mencapai kesepahaman yang lebih luas dapat dianggap sebagai langkah positif.

Baca Juga: Iran Ancam akan Balas jika AS-Israel Menyerang, Timur Tengah di Ambang Perang Baru

Mengenai usulan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam tujuh hari dengan syarat tujuh ketentuan Iran dipenuhi, Araghchi mengatakan Qatar meminta agar waktu pelaksanaannya dipersingkat menjadi lima hari.

"Saat ini, sedang dibahas usulan untuk mempersingkat periode tersebut menjadi dua hari," katanya.

Iran Siap Hadapi Kemungkinan Perang

Araghchi mengatakan Iran tidak mengesampingkan kemungkinan terjadinya perang dan menegaskan kesiapan negaranya menghadapi berbagai skenario.

Seperti dikutip dari Antara, dia menjelaskan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada penerimaan rute transit baru yang ditetapkan Iran dan Oman serta penutupan rute alternatif lainnya.

Teheran juga menuntut AS memulihkan pengecualian sanksi terkait penjualan minyak Iran dan mencairkan seluruh aset Iran yang dibekukan, termasuk aset yang berada di Qatar.

Baca Juga: Iran Klaim Berhasil Cegat "Drone" Mata-Mata Militer AS di Sebelah Barat Selat Hormuz | KOMPAS SIANG

Sebelumnya, The Wall Street Journal, dengan mengutip pejabat AS, melaporkan bahwa Vance mengirimkan pesan kepada Rezaei atas arahan Presiden AS Donald Trump untuk menghidupkan kembali perundingan damai.

Trump membantah laporan tersebut dan mengatakan bahwa peran Vance terbatas pada membantu penyediaan pasokan medis yang dibutuhkan Iran.

Pernyataan Araghchi muncul di tengah upaya mediasi Qatar dan Pakistan untuk menghidupkan kembali negosiasi Washington-Teheran. Laporan mengenai kemajuan pembicaraan tidak langsung di Doha juga muncul di tengah upaya tersebut.

Negosiasi itu bertujuan mencapai kesepahaman mengenai program nuklir Iran, sanksi, dan keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian membalas dengan menyerang aset-aset Israel dan AS di kawasan tersebut sebelum kesepakatan gencatan senjata tercapai pada April.

Pada Juni, Washington dan Teheran menandatangani kerangka kesepakatan mengenai kebebasan bernavigasi di Selat Hormuz. Namun, pelaksanaannya terhambat oleh perbedaan pendapat terkait keamanan di selat tersebut.

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Tussie Ayu Editor : Desy-Afrianti

Sumber : ANTARA, The Associated Press

Tag
  • iran
  • berunding
  • AS
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
217 Hektar Karhutla di Papua Selatan Belum Padam, OMC Dimaksimalkan
• 2 jam lalukompas.id
thumb
Peluang Kerja di Jepang Makin Terbuka, Indonesia Siapkan Transisi Sistem Magang 2027
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Menperin: Sektor Industri Masih dalam Tren Ekspansif
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Peringatkan AS, Pemimpin Tertinggi Iran Perintahkan Pembalasan Tanpa Batas Geografis Jika Diserang
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Mengenal Sunday Scaries dan Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
• 8 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.