Gus Kikin: Jangan Terpancing Provokasi, Jaga Sukoharjo Tetap Damai

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Kikin Abdul Hakim atau Gus Kikin mengimbau masyarakat, khususnya di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, tetap tenang dan tidak terpancing provokasi menyusul perkembangan kasus pembakaran warung makan Mi Babi Tepi Sawah serta penggeledahan sejumlah lokasi yang disebut sebagai Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, menahan diri, dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Jangan sampai persoalan hukum ini berkembang menjadi ketegangan di tengah masyarakat,” kata Gus Kikin, Minggu (1/11/2026).

BACA JUGA:Lirik Lagu Panasea - rumahsakit dan Maknanya, Cinta Sejati Jadi Obat Penawar Rindu

Gus Kikin menegaskan, seluruh pihak harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Menurutnya, setiap persoalan harus diselesaikan melalui mekanisme hukum, bukan dengan tindakan kekerasan ataupun main hakim sendiri.

“Kalau ada persoalan, mari diselesaikan dengan dialog dan jalan hukum. Tidak boleh ada yang main hakim sendiri. Kita harus menjaga agar masyarakat tetap rukun, saling menghormati, dan tidak terpecah belah,” ujar dia.

Gus Kikin juga meminta aparat kepolisian menangani perkara tersebut secara profesional, adil, dan transparan. 

BACA JUGA:Hasil MotoGP Malaysia 2026: Marquez Menang 'Sekebon' di Sepang

Penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana harus tetap memperhatikan hak-hak warga, termasuk perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak yang berada di lokasi penggeledahan.

“Kalau ada yang melanggar hukum, proses sesuai hukum. Kalau ada tindakan aparat yang dipersoalkan, periksa secara terbuka sesuai prosedur. Semua harus mendapatkan perlakuan yang adil. Jangan sampai ada pihak yang tidak bersalah ikut dirugikan,” katanya.

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, Gus Kikin meminta Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sukoharjo segera mengumpulkan para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pihak-pihak terkait pada Minggu sore.

BACA JUGA:Gerebek Kampung Bahari, Polisi Tangkap 4 Orang dan Sita Ribuan Butir Ekstasi

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi ruang komunikasi bersama untuk meredakan ketegangan dan mencegah munculnya kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Saya minta PCNU Sukoharjo sore ini mengundang para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk duduk bersama. Bangun komunikasi yang baik. Kita ajak semua pihak menahan diri, menjaga suasana tetap sejuk, dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan,” ujar Gus Kikin.

Menurutnya, para tokoh agama memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan ketenangan, bukan justru memperbesar persoalan.

“Agama harus menjadi sumber kedamaian. Para tokoh agama harus tampil menenangkan umat. Kita berbeda-beda, tetapi hidup dalam satu masyarakat yang harus saling menjaga dan menghormati,” katanya.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tampil 90 Menit, Justin Hubner Bantu Fortuna Sittard Jegal Pemuncak Liga Belanda, Ole Romeny Menepi
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Arab Saudi Gagalkan 1.147 Penyelundupan Barang Terlarang
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Melalui Tasikmalaya International Job Fair 2026, KP2MI Hadirkan Peluang Kerja Luar Negeri
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Lewis Hamilton Raih Pole Position Perdana Bersama Ferrari di GP Meksiko
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Polda Metro Kembalikan Sepeda Motor Curian ke Korban
• 11 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.