HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Fajar (Unifa) dibekali pemahaman mengenai industri jasa keuangan (IJK), khususnya perbankan syariah, melalui kegiatan literasi dan sosialisasi Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) HIK Fajar Nitro.
Kegiatan bertema Membangun Generasi Melek Keuangan Syariah: Pengenalan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPR Syariah) HIK Fajar Nitro di Era Ekonomi Digital tersebut berlangsung di Room 402, Gedung Universitas Fajar, Makassar, Kamis, 29 Oktober 2026.
Sebanyak 30 mahasiswa Manajemen angkatan 2026 mengikuti kegiatan yang menghadirkan Muhammad Abbas, S.E., M.M., sebagai narasumber. Ia merupakan dosen Manajemen Keuangan sekaligus praktisi BPR Syariah.
Muhammad Abbas menekankan pentingnya literasi keuangan syariah di tengah perkembangan ekonomi digital. Menurutnya, pemahaman terhadap produk dan layanan keuangan menjadi bekal penting bagi generasi muda agar mampu mengambil keputusan finansial secara bijak.
Terlebih, mahasiswa saat ini dihadapkan pada beragam tawaran layanan keuangan digital, termasuk pinjaman online ilegal dan investasi bodong yang berpotensi menimbulkan kerugian.
Abbas kemudian menjelaskan perbedaan antara bank umum, Bank Perekonomian Rakyat (BPR), dan BPR Syariah. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan fungsi pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta peran Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam sistem keuangan nasional.
Materi berikutnya berfokus pada pengenalan BPRS HIK Fajar Nitro, mulai dari sejarah, visi, hingga produk dan layanan perbankan syariah. Visi lembaga tersebut adalah mewujudkan bank syariah yang unggul dan terpercaya.
Sejumlah produk yang diperkenalkan antara lain Tabungan Amanah, Tabungan Qurban, dan Deposito Mudharabah. Sementara untuk layanan pembiayaan, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai akad Murabahah, Musyarakah, dan Ijarah yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan usaha produktif.
Tidak hanya membahas aspek konseptual, kegiatan ini juga mengulas penerapan akad-akad syariah melalui studi kasus usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pembahasan turut mencakup manajemen risiko syariah serta peluang karier di industri perbankan syariah.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi interaktif. Mahasiswa mengaitkan materi yang diperoleh dengan fenomena perilaku keuangan generasi Z, seperti fear of missing out (FOMO) dalam investasi hingga penggunaan layanan pembayaran tunda atau paylater.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami praktik industri jasa keuangan syariah secara lebih dekat sekaligus menghubungkan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan kebutuhan dunia kerja. (*)





