Viral! Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang, Terungkap Alasan Pasutri Rekayasa Kehamilan

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Kasus viral dugaan jasad bayi yang diganti dengan bantal saat pemakaman di Bontang, Kalimantan Timur, akhirnya menemui titik terang. 

Peristiwa yang sempat membuat warga kebingungan itu ternyata merupakan rekayasa pasangan suami istri (pasutri) berinisial AR dan DN.

HKeduanya sengaja membuat cerita seolah-olah AR mengalami kehamilan, menjalani persalinan, hingga bayinya meninggal dunia. 

Viral! Jasad Bayi Ditukar Bantal saat Pemakaman di Bontang, Terungkap Pasutri Ternyata Rekayasa Kehamilan
Sumber :
  • Instagram @rumpi_gosip

Padahal, berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, AR tidak pernah hamil maupun menjalani persalinan seperti yang diceritakan kepada keluarga.

Kasus ini mulai menjadi perbincangan setelah video prosesi pemakaman bayi beredar luas di media sosial, salah satunya diunggah ulang akun Insatagram @rumpi_gosip.

Dalam rekaman tersebut, warga terlihat terkejut ketika mengetahui bungkusan yang semula dikira berisi jenazah bayi ternyata hanya sebuah bantal berwarna merah muda.

Salah seorang warga bahkan terdengar mempertanyakan isi bungkusan tersebut. Kejanggalan itu membuat warga meminta agar keluarga mendatangi rumah duka untuk meminta penjelasan langsung kepada pasutri yang bersangkutan.

Video tersebut kemudian menyebar ke berbagai platform media sosial dan memunculkan dugaan adanya persoalan dalam proses persalinan di Rumah Sakit (RS) Yabis Bontang.

Viral! Jasad Bayi Ditukar Bantal saat Pemakaman di Bontang, Terungkap Pasutri Ternyata Rekayasa Kehamilan
Sumber :
  • Instagram @rumpi_gosip

Namun, setelah melakukan penelusuran, Polres Bontang memastikan kabar mengenai bayi meninggal dunia setelah dilahirkan di rumah sakit tersebut tidak benar.

Polisi Bongkar Kebohongan Pasutri di Bontang

Hasil pemeriksaan kepolisian menunjukkan AR tidak pernah tercatat sebagai pasien persalinan di RS Yabis Bontang. Perempuan tersebut juga tidak mendapatkan penanganan medis terkait proses melahirkan di fasilitas kesehatan itu.

Berdasarkan penelusuran rekam medis, AR hanya tercatat pernah datang berobat pada Senin (26/10/2026) untuk memeriksakan masalah keterlambatan menstruasi.

Polisi kemudian melakukan klarifikasi terhadap AR dan DN. Dari keterangan keduanya, terungkap bahwa cerita mengenai kehamilan, persalinan, hingga kematian bayi sengaja dibuat-buat.

Motif di balik tindakan tersebut juga terungkap. AR disebut takut dianggap tidak bisa hamil oleh keluarganya sendiri maupun keluarga sang suami. Ketakutan tersebut kemudian mendorong keduanya menyusun cerita palsu seolah-olah telah memiliki bayi, tetapi meninggal dunia setelah dilahirkan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Asap Karhutla Mereda, Dampak Kesehatan Jangka Panjang Masih Mengintai
• 5 jam lalukompas.id
thumb
DTIIF 2026 Hadirkan 3.000 Peserta, Danantara Perkuat Kolaborasi Riset dan Industri Nasional
• 8 jam laludisway.id
thumb
Dubes Abdulfattah Puji Kelihaian Diplomasi Indonesia Dalam Mendukung Kemerdekaan Palestina
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Mengenal Bloomscrolling, Tren Scroll Konten Positif untuk Mengurangi Kebiasaan Doomscrolling
• 13 jam lalubeautynesia.id
thumb
Perusahaan Telekomunikasi China Mau Diblokir Aksesnya ke Nomor Telepon AS, Ini Alasannya
• 22 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.