Jakarta, VIVA - Persaingan industri perdagangan digital tidak hanya berlangsung di sektor jual beli barang. Perusahaan e-commerce juga merambah bisnis perjalanan dan akomodasi untuk memperluas sumber pendapatan di tengah perubahan pola belanja masyarakat.
Salah satu perusahaan yang menjalankan strategi tersebut adalah PT Global Digital Niaga Tbk (BELI). Perusahaan ini mengelola sejumlah lini bisnis, mulai dari perdagangan elektronik, perjalanan, supermarket hingga kebutuhan rumah tangga.
Dalam laporan kinerja keuangan kuartal III 2026, perseroan mencatat pendapatan neto konsolidasian sebesar Rp22,24 triliun selama sembilan bulan pertama tahun ini. Angka tersebut tumbuh 46 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp15,24 triliun.
Bisnis perjalanan melalui platform agen perjalanan daring atau online travel agent (OTA) menjadi salah satu segmen yang berkontribusi terhadap pendapatan. Layanan ini masuk dalam segmen ritel pihak ketiga (3P), yang juga mencakup penjualan produk dan layanan dari penjual eksternal melalui platform digital.
Sepanjang Januari-September 2026, pendapatan neto segmen ritel 3P mencapai Rp1,197 triliun, meningkat 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,101 triliun. Sementara itu, laba bruto sebelum diskon atau Gross Profit Before Discount (GPBD) tumbuh 5 persen menjadi Rp2,194 triliun.
Perseroan menyebut peningkatan GPBD segmen tersebut terutama didorong kontribusi yang lebih tinggi, optimalisasi harga, serta perluasan monetisasi pendapatan tambahan dari bisnis OTA. Pertumbuhan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang dinilai masih penuh tantangan.
Hingga akhir September 2026, platform perjalanan tiket.com menyediakan tiket penerbangan dari 168 maskapai domestik dan internasional yang melayani lebih dari 240 negara, kawasan, dan teritori. Platform tersebut juga memiliki lebih dari 3,6 juta pilihan akomodasi, termasuk 2,2 juta pilihan akomodasi alternatif.
Selain penerbangan dan penginapan, tersedia lebih dari 118.000 aktivitas dan destinasi wisata serta lebih dari 4.600 acara di berbagai negara. CEO dan Co-Founder PT Global Digital Niaga Tbk, Kusumo Martanto, mengatakan, kontribusi bisnis perusahaan berasal dari berbagai lini usaha, termasuk platform digital dan gerai fisik.
"Kami terus memperkuat proposisi nilai kami lewat penawaran produk dan layanan yang unik, kemitraan yang lebih mendalam dengan para pemegang merek, serta integrasi yang semakin mulus antara pengalaman pelanggan secara daring maupun luring. Kontribusi yang seimbang dari platform digital, gerai fisik, usaha institusi dan para mitra semakin memperkuat relevansi serta ketahanan ekosistem kami," ujarnya, dikutip dari keterangan resminya, Minggu (1/11/2026).





