tvOnenews.com - Pembalap tim Mercedes, Kimi Antonelli, mengukir sejarah baru sebagai juara dunia pembalap termuda dalam sejarah Formula 1 (F1).
Antonelli mengamankan gelar Juara Dunia F1 musim 2026 saat kompetisi masih menyisakan empat balapan, usai menyelesaikan balapan di posisi ketiga pada Grand Prix Kota Meksiko, Senin (2/11).
Pembalap kelahiran Bologna, Italia, pada tahun 2006 tersebut memastikan gelar bergengsi di usia 20 tahun 68 hari. Catatan ini mempertajam rekor juara dunia termuda sebelumnya milik Sebastian Vettel (23 tahun 133 hari) pada 2010 dengan selisih hampir tiga tahun.
- REUTERS/Kim Kyung-Hoon TPX IMAGES OF THE DAY
Selain itu, pencapaian ini juga mengakhiri dahaga 73 tahun publik Italia yang telah merindukan juara dunia F1 asal negerinya sejak Alberto Ascari pada 1953.
Pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Hermanos Rodríguez, Kota Meksiko, Antonelli menyentuh garis finis di urutan ketiga di belakang Max Verstappen (Red Bull) dan Lewis Hamilton (Ferrari).
Antonelli, yang memimpin klasemen pembalap sebelum balapan dimulai, sebenarnya hanya membutuhkan finis di sembilan besar untuk mengunci gelar juara—bahkan jika pesaing terdekatnya sekaligus rekan setimnya, George Russell, atau Hamilton memenangi balapan.
Kimi Antonelli tampil tenang sejak awal dan menjaga kecepatan di urutan keempat. Namun, dinamika balapan berubah pada lap ke-45 saat Valtteri Bottas (Cadillac) mengalami kecelakaan akibat kerusakan suspensi, yang memaksa penghentian balapan (red flag) untuk perbaikan pembatas jalan.
Saat balapan dilanjutkan kembali, Antonelli sukses menyalip Charles Leclerc (Ferrari) untuk merebut posisi ketiga. Ia terus membuntuti Verstappen dan Hamilton hingga garis finis demi mengamankan tempat di podium.
Usai melintasi garis finis, emosi Antonelli pecah di radio tim. Setelah sempat terdiam membisu sejenak, ia berteriak lega, "Terima kasih banyak. Kita berhasil. Kita berhasil."
Keberhasilan ini menjadi gelar juara dunia pembalap pertama bagi Mercedes dalam enam tahun terakhir sejak kemenangan Lewis Hamilton pada 2020, sekaligus menjadi gelar pembalap ke-10 sepanjang sejarah tim.
Hebatnya, Antonelli mencapai puncak karier F1 hanya dalam musim keduanya. Usai melakoni debut pada 2025 dan menyelesaikannya di peringkat ketujuh, ia langsung melesat ke papan atas sejak awal musim ini. Setelah mengamankan kemenangan perdananya musim ini di GP Jepang, ia tampil dominan dengan memenangi lima dari enam balapan awal hingga mengumpulkan total sembilan kemenangan musim ini. Posisi puncak klasemen pun sukses ia pertahankan sejak balapan di Jepang tersebut.




