Banjir Lahar Semeru Terjang Perbatasan Malang-Lumajang, Tanggul Jebol dan Penambang Pasir Kabur

rctiplus.com
3 jam lalu
Cover Berita
Banjir Lahar Semeru Terjang Perbatasan Malang-Lumajang, Tanggul Jebol dan Penambang Pasir KaburNasional | inews | Senin, 2 November 2026 - 16:59Dengarkan Berita

MALANG, iNews.id - Banjir lahar dingin menerjang sejumlah aliran sungai di kawasan Gunung Semeru, perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur, Senin (2/11/2026) pagi. Derasnya aliran material vulkanik yang terbawa air hujan membuat tanggul di dekat permukiman warga jebol hingga aktivitas penambangan pasir terpaksa dihentikan.

Banjir lahar terjadi setelah hujan dengan intensitas rendah hingga lebat mengguyur kawasan Gunung Semeru sejak Minggu (1/11/2026) malam hingga Senin pagi. Sejumlah titik terdampak berada di Besuk Kobokan, Besuk Lengkong, hingga Kali Glidik yang melintasi perbatasan Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, dan Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.

Besarnya aliran lahar membuat aktivitas penambangan pasir di Sungai Curah Kobokan dihentikan. Bahkan, tanggul plengsengan di dekat permukiman warga Dusun Pasirejo, Desa Pururejo, Kecamatan Tempursari, Lumajang, yang berbatasan dengan Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Malang, jebol akibat tergerus derasnya aliran lahar.

Baca Juga:Jenderal Listyo Sigit Resmi Serahkan Panji Tribrata ke Kapolri Suyudi

Peningkatan debit aliran juga terpantau melalui kamera pengawas (CCTV) Badan Geologi Kementerian ESDM di kawasan Curah Kobokan dan Jembatan Gladak Perak. Sejak pukul 07.40 WIB, Senin pagi, aliran air yang membawa material vulkanik terlihat meningkat signifikan.

Rekaman CCTV memperlihatkan sejumlah penambang pasir dan petugas pemantau Sungai Curah Kobokan berlarian meninggalkan lokasi untuk menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Agastya Rajendra, mengatakan hujan dengan intensitas bervariasi mengguyur kawasan Gunung Semeru selama periode pemantauan sejak Minggu malam hingga Senin pagi.

"Pada periode pukul 00.00–06.00 WIB, alat pemantauan merekam getaran banjir selama 6 jam dengan amplitudo maksimum 65 mm. Gunung Semeru masih berstatus level III (siaga)," kata Agastya Rajendra, dalam keterangannya.

Dia mengingatkan masyarakat terhadap ancaman material vulkanik yang terbawa aliran air hujan dan dapat memicu banjir lahar dingin. Ancaman tersebut terutama mengintai sungai-sungai yang berhulu di Gunung Semeru, yakni Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungainya.

Baca Juga:Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom, Fadli Hartono Wakilnya

"Penambang pasir dan masyarakat di aliran sungai yang berpotensi dilalui lahar diimbau segera menghentikan aktivitas dan menjauh dari alur serta bantaran sungai menuju tempat aman," ucapnya.

PVMBG juga meminta masyarakat mematuhi zona larangan aktivitas di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru. Hal ini untuk mengantisipasi potensi perluasan dampak awan panas dan lahar dingin.

"Masyarakat diminta mematuhi zona larangan aktivitas, khususnya sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 km dari puncak. Di luar jarak tersebut, area hingga 500 meter dari tepi sungai harus dikosongkan dari aktivitas karena potensi perluasan awan panas dan lahar hingga 17 kilometer dari puncak," katanya.

#jatim

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Inflasi Bulanan Sulsel 0,57%, Cabai Bikin Dompet Warga Menipis
• 4 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Prof Denny Indrayana Jelaskan Alasan Konstitusional Kenapa Prabowo Tidak Bisa Terseret Arus Pemakzulan Gibran
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Dubes Palestina Buka Suara Soal Indonesia Diminta Mundur dari BoP oleh PBB
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Bapanas Perketat Pengawasan Beras SPHP Usai Temuan 600 Ton Beras Oplosan, Potensi Kerugian Capai Rp6,07 Miliar per Hari
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Kecelakaan Maut di Siak, Pengemudi Land Cruiser Jadi Tersangka dan Ditahan
• 9 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.