jpnn.com, BANDA ACEH - Sebanyak 140 pengungsi terdampak banjir di Kawasan Trumon Raya, Kabupaten Aceh Selatan, menjalani pemeriksaan kesehatan.
Pemeriksaan tersebut untuk memastikan kondisi kesehatan warga yang mengungsi di Kompi Brimob di, Gampong Ie Jerineh, Kecamatan Trumon Tengah.
BACA JUGA: Pengungsi Banjir Sumatra Dapat Rp 8 Juta, Korban Meninggal Rp 15 juta
"Kami berkolaborasi dengan Dokkes Polres Aceh Selatan memberikan pelayanan medis secara langsung di lokasi pengungsian. Ada sebanyak 140 pengungsi yang menjalani pemeriksaan kesehatan dengan sejumlah penyakit dikeluhkan para pengungsi," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Ladang Rimba Linda Kusuma di Aceh Selatan, Senin.
Linda Kusuma menyebutkan lima penyakit paling banyak dikeluhkan pengungsi, di antaranya infeksi saluran pernapasan akut, dermatitis atau gangguan peradangan kulit, hipertensi, gastritis atau gangguan lambung, serta gout arthritis atau peradangan sendi akibat penumpukan asam urat.
BACA JUGA: BPJS Ketenagakerjaan dan Pemprov DKI Jakarta Salurkan Bantuan Bagi Pengungsi Banjir
Tidak semua keluhan, kata dia, dapat ditangani hanya melalui pengobatan di posko pengungsian. Beberapa pengungsi membutuhkan penanganan medis lebih lanjut juga dirujuk untuk mendapatkan perawatan di UPTD Puskesmas Ladang Rimba.
"Untuk pengungsi yang kondisinya membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lanjutan, kami arahkan ke Puskesmas Ladang Rimba agar mendapatkan pelayanan medis sesuai kebutuhan," katanya.
BACA JUGA: Ikhtiar BAZNAS Penuhi Kebutuhan Gizi Pengungsi Banjir Kudus
Ia mengatakan tenaga kesehatan Puskesmas Ladang Rimba bersama personel Dokkes Polres Aceh Selatan tetap bersiaga hingga malam hari di posko pengungsian.
"Kehadiran petugas hingga malam hari menjadi penting, mengingat kondisi kesehatan pengungsi dapat berubah sewaktu-waktu, sementara sebagian warga masih harus bertahan di tempat pengungsian setelah rumah mereka terdampak banjir," kata Linda Kusuma.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




