Fakta-Fakta Truk Molen Bekasi Maut yang Tewaskan 6 Orang, Polisi Ungkap Temuan Baru

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, DISWAY.ID - Kepolisian menggunakan teknologi drone dan pemindaian tiga dimensi (3D) untuk mengungkap penyebab kecelakaan maut yang menewaskan enam orang di Jalan Cut Mutia, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, pada Minggu, 1 November 2026.

Teknologi tersebut dikerahkan dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengidentifikasi secara saintifik faktor-faktor yang memicu kecelakaan truk molen hingga menabrak sejumlah orang di sebuah halte.

Kasubdit Tatib Ditgakkum Korlantas Polri, Kombes Mario Christy, menyampaikan bahwa pihaknya memberikan asistensi sekaligus membackup Polda Metro Jaya, khususnya Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, dalam proses penyelidikan kecelakaan tersebut.

"Dalam olah TKP ini kami menggunakan metode traffic analysis accident, kita mencari bukti-bukti secara saintifik," ucap Mario di Bekasi pada Senin, 2 November 2026.

BACA JUGA:Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Bekasi, 6 Orang Tewas

Mario juga menjelaskan bahwa salah satu teknologi yang digunakan adalah drone untuk memindai kontur dan geometri jalan, terutama pada bagian turunan jembatan yang menjadi lokasi kecelakaan.

Pemindaian tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah kemiringan atau sudut elevasi jalan berpotensi memengaruhi kecepatan kendaraan hingga menyebabkan sopir kehilangan kendali.

"Tadi kita menggunakan drone untuk meng-scan kontur geometri jalan apakah sudut elevasi turunannya berpotensi menambah kecepatan, dan itu nanti akan kita rekonstruksi lagi," kata dia.

BACA JUGA:16 Cabor Asal Kota Bekasi Akan Bertanding di Kota Bekasi pada Porprov Jabar 2026

Selain drone, petugas juga menggunakan teknologi pemindaian tiga dimensi untuk memetakan sejumlah titik penting di lokasi kejadian.

Pemetaan dimulai dari titik awal kendaraan, lokasi benturan, hingga posisi akhir kendaraan setelah kecelakaan.

Tidak hanya kondisi jalan, kepolisian juga akan mendalami kondisi teknis truk molen yang terlibat dalam kecelakaan beruntun tersebut.

Pemeriksaan kendaraan diperlukan untuk memastikan faktor yang menyebabkan kecelakaan, termasuk dugaan gangguan pada sistem pengereman.

"Nanti kita akan ke barang bukti, kita akan melaksanakan scanning ulang terhadap kendaraan truk molennya termasuk juga untuk jalannya," terang Mario.

Hasil pemindaian lokasi dan kendaraan nantinya akan dijadikan bukti elektronik untuk mendukung proses penyidikan. Korlantas Polri dan Polda Metro Jaya juga melakukan analisis secara paralel sebelum menggabungkan hasil temuan masing-masing.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gus Ipul Apresiasi Ribuan Agen Perlinsos Banyumas, Capaian di Atas Rata-rata Nasional
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Pramono Minta Berantas Narkoba di Kampung Bahari Tak Setengah-Setengah
• 15 jam laluliputan6.com
thumb
Jurus Baru Pemerintah Ibu Kota Atasi Polusi Udara: Tarif Parkir Naik
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
KPAI dan Komnas Perempuan Kecam Penggeledahan Rumah Tahfidz di Sukoharjo
• 9 jam lalukompas.id
thumb
Sosro ajak generasi muda terlibat dalam aksi bersih pantai di Ancol
• 15 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.