Jakarta, VIVA - Industri bakso khususnya di Tasikmalaya, Jawa Barat, memiliki potensi untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Untuk mendukung pengembangan industri tersebut, LPPOM mendorong penguatan ekosistem halal industri bakso melalui kegiatan LPPOM Halal Connect bertema "Kuliner Tasikmalaya Naik Kelas: Membangun Usaha yang Kompetitif, Terpercaya, dan Berkelanjutan".
Kegiatan ini mempertemukan pelaku usaha mi bakso dengan pemasok bahan baku dan sejumlah pemangku kepentingan.
Pertemuan tersebut juga dimaksudkan untuk membuka peluang kerja sama sekaligus memperkuat hubungan bisnis dalam rantai pasok industri kuliner.
Regional Strategic Halal Partnership Manager LPPOM Pusat, Djunaedi Susanto, mengatakan pengembangan industri kuliner halal harus dilakukan secara menyeluruh.
Menurutnya, jaminan halal perlu diterapkan sejak pengadaan bahan baku hingga produk sampai ke tangan konsumen.
"Kalau kita bicara bakso menjadi bagian dari ekosistem halal, ini sangat memungkinkan sekali," ungkap Djunaedi dalam keterangannya, dikutip Selasa (3/11/2026).
Dia menjelaskan, pembangunan ekosistem halal industri bakso membutuhkan keterlibatan seluruh pihak dalam rantai pasok.
Pihak-pihak tersebut meliputi rumah potong hewan (RPH), penyedia daging, jasa penggilingan, pemasok bumbu dan bahan tambahan pangan, hingga pelaku usaha yang mengolah serta menjual produk.
Sebab, kepastian halal tidak hanya bergantung pada bahan utama yang digunakan.
Asal-usul bahan tambahan, tahapan pengolahan, fasilitas produksi, penyimpanan, hingga distribusi juga harus memenuhi ketentuan untuk menjaga integritas produk halal.
Dalam industri bakso, misalnya, penggunaan daging sebagai bahan utama harus disertai kepastian mengenai sumber bahan dan proses penanganannya.
"Kalau kita bicara bakso, kita juga tidak hanya bicara pedagang baksonya saja, tetapi rantai pasok," jelasnya.
Menurut Djunaedi, pendekatan berbasis rantai pasok diperlukan karena pelaku usaha tidak bisa menjamin kehalalan produk secara terpisah.
Produsen bahan baku, pemasok, pengolah, dan pedagang perlu terhubung agar setiap tahapan produksi memiliki kepastian yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan sistem tersebut, konsumen tidak hanya mendapatkan produk dengan cita rasa yang baik, tetapi juga memperoleh jaminan atas kehalalan makanan yang dikonsumsi.
Penguatan ekosistem halal juga dinilai dapat memberikan nilai tambah bagi perkembangan usaha. Kepastian bahan baku dan proses produksi dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, memperkuat reputasi bisnis, serta membuka akses ke pasar yang lebih luas.





