BEI menempatkan saham PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) dan PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT) ke dalam papan pemantauan khusus.
IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) menempatkan saham PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) dan PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT) ke dalam papan pemantauan khusus. Keduanya dimasukkan karena persoalan keuangan.
Dengan keputusan tersebut, maka saham TRUE dan SWAT akan diperdagangkan dengan skema full-call auction (FCA). Skema ini berbeda dengan reguler karena aktivitas jual beli (bid-offer) lewat FCA akan dikumpulkan (pooling) terlebih dahulu sebelum dieksekusi pada jam-jam tertentu.
"Perubahan ini mulai efektif pada 3 November 2026," kata Pjs Kadiv Peraturan & Layanan Perusahaan Tercatat BEI, Bima Ruditya Surya dalam pengumuman dikutip Selasa (3/11/2026).
Dalam keterangannya, Bursa menempatkan saham TRUE karena kriteria 3, yakni perseroan tidak membukukan pendapatan dalam laporan keuangan terakhir (kuartal III-2026). Meski begitu, sejak awal tahun, TRUE mencatat penjualan sebesar Rp20,75 miliar.
Sementara SWAT dimasukkan ke dalam papan pemantauan khusus dengan alasan kriteria 5, yakni memiliki ekuitas negatif dalam laporan keuangan terakhir.
Hingga 30 September 2026, SWAT mencatat ekuitas minus Rp2 miliar. Kondisi ini terjadi lantaran perusahaan terus mengalami kerugian sejak 2021 yang akhirnya menggerus modal.
Pada perdagangan hari ini, saham SWAT masih disuspensi oleh BEI. Sedangkan saham TRUE anjlok 7,14 persen ke Rp26, meneruskan akumulasi kerugian 87,62 persen sejak awal 2026.
(Rahmat Fiansyah)





