JAKARTA, DISWAY.ID - Kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, menjadi perhatian setelah puluhan warga mendatangi Wisma Indonesia pada Senin, 2 November 2026.
Kedatangan mereka disebut berkaitan dengan upaya mencari seorang pegawai Bea Cukai yang diduga berada di lokasi.
Peristiwa tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian beredar di media sosial.
Dalam rekaman itu, sejumlah warga terlihat mendatangi Wisma Indonesia dan mencari pegawai yang dimaksud.
BACA JUGA:6 Bulan Disandera Perompak Somalia, ABK Fiki Mutakin Kini Berjuang Pulih dari Luka Tembak
Dijelaskan juga oleh akun Facebook bernama 'Michael Michael' bahwa sudah ada setidaknya diduga lima orang anggota Bea Cukai yang disandera. Namun, semua dalam kondisi baik.
"Selamat pagi rekan-rekan semua, untuk keamanan dan keselamatan mereka berlima anggota bea cukai yang kami bawa dari PLBN Aruk kami jamin dalam kondisi baik-baik saja," tulis akun tersebut.
Personel TNI dan Polri juga tampak berada di sekitar lokasi untuk memantau situasi.
Hingga informasi ini disusun, penyebab pasti kedatangan warga belum diketahui.
Belum ada penjelasan resmi mengenai persoalan yang memicu peristiwa tersebut maupun kronologi lengkapnya.
BACA JUGA:Video Lawas Kiky Saputri Naik Jet Pribadi Bareng Menhub Viral, Ejek Rakyat Jelata hingga Tuai Seruan Boikot
Beredar Informasi Dugaan Perlakuan terhadap Warga Dayak?Di tengah beredarnya video, muncul informasi di media sosial yang mengaitkan kejadian tersebut dengan dugaan perlakuan tidak menyenangkan terhadap warga Dayak Bengkayang yang hendak berobat ke Malaysia.
Dalam narasi yang beredar di akun Twitter X @FuzaFirdaus, warga disebut merasa diperlakukan seperti pelaku kriminal oleh oknum pegawai Bea Cukai di kawasan PLBN Aruk.
Akan tetapi tudingan tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya secara utuh dan masih membutuhkan klarifikasi dari pihak-pihak yang terlibat.
Informasi lain yang turut beredar menyebut adanya dugaan lima pegawai Bea Cukai disandera warga.
- 1
- 2
- »





