JAKARTA, KOMPAS.TV – Sempat mencetak rekor all-time high pada awal 2026, harga emas kemudian mengalami tren penurunan.
Volatilitas harga emas meningkat signifikan sepanjang 2026. Penurunan sejak Januari menjadi pengingat bahwa harga emas dapat berfluktuasi setelah mencapai level rekor.
Sejumlah analis menyebutkan, pergerakan harga emas tahun ini dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi, baik di tingkat domestik maupun global. Naik turunnya harga emas biasanya dipicu oleh kombinasi kebijakan suku bunga acuan, aksi ambil untung dalam skala besar, hingga ketidakpastian global.
Harga emas dunia saat ini cenderung stagnan di tengah dinamika ekonomi global, penguatan dolar AS, dan ketidakpastian geopolitik.
Lalu, apa yang menahan laju harga emas dan bagaimana prospeknya ke depan? Untuk membahasnya, simak perbincangan bersama Analis Komoditas Dupoin Futures, Geraldo Kofit, dalam Kompas Bisnis, Selasa (3/11/2026).
Baca Juga: Harga Emas Stagnan Sepanjang 2026, Analis Sebut Penguatan Dolar AS Berpengaruh Besar
#emas #hargaemas #geopolitik
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Aditya-Pramana
Sumber : Kompas TV
- harga emas
- emas
- analis pasar
- usd
- geopolitik
- dialog





