Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana membangun dua hingga tiga Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Rencana tersebut untuk mengatasi persoalan sampah di Ibu Kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, fasilitas tersebut ditargetkan mampu mengolah hingga 7.000 ton sampah per hari. Pembangunan PLTSa diharapkan dapat segera direalisasikan dalam waktu dekat.
“Mudah-mudahan di Jakarta akan ada dua pembangkit listrik tenaga sampah atau tiga yang segera dibangun dalam waktu dekat ini,” kata Pramono dikutip dari Media Indonesia, Selasa, 3 November 2026.
Baca Juga :
Proyek Sampah Jadi Energi Danantara Tarik Minat Investor GlobalLangkah itu menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI mengatasi timbunan sampah yang mencapai 9.000 ton setiap hari. Menurut dia, keberadaan dua hingga tiga PLTSa tersebut akan membantu menyeimbangkan neraca persampahan Jakarta.
Dengan kapasitas pengolahan sekitar 7.000 ton per hari, beban sampah yang selama ini harus ditangani dapat ditekan secara signifikan. “Dan kalau itu dilakukan, maka neraca sampah di Jakarta juga akan menjadi balance karena dua atau tiga tadi membutuhkan kurang lebih 7.000 ton,” ungkap Pramono.
Ilustrasi pengelolaan sampah. Foto: Istimewa.
Selain menyiapkan pembangunan PLTSa, Pemprov DKI mengandalkan fasilitas pengolahan sampah refuse derived fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta Utara. Pemerintah juga menggalakkan pemilahan sampah dari sumbernya melalui gerakan pilah sampah serta mengoptimalkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).
Ia berharap kombinasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah dan perubahan perilaku masyarakat dapat mempercepat penyelesaian persoalan sampah di Jakarta.
“Kemudian kita masih ada RDF Rorotan dan beberapa kegiatan pilah sampah dan juga TPS 3R yang sedang kita galakkan dan mudah-mudahan ini persoalan sampah di Jakarta segera bisa diselesaikan,” ujar Pramono.




