JAKARTA, DISWAY.ID - Akses terhadap hunian layak masih menjadi tantangan bagi jutaan keluarga di Indonesia. Secara nasional, diperkirakan terdapat kebutuhan sekitar 9,9 juta unit rumah untuk mengatasi backlog perumahan.
Sementara itu, 17,8% rumah tangga menghadapi beban biaya perumahan yang tinggi, dan 19,4% penduduk perkotaan tinggal di kawasan kumuh atau permukiman informal.
Tantangan ini turut tercermin dalam Riset Global Habitat for Humanity: "Home at What Cost?" yang dilakukan oleh Habitat for Humanity International di 22 negara dengan total 30.758 responden.
Di Indonesia, ditemukan data bahwa sebanyak 73% responden mengaku harus mengurangi pengeluaran di setidaknya satu aspek kehidupan dalam setahun terakhir untuk memenuhi biaya perumahan, 49% khawatir bahwa situasi tak terduga dapat mengancam keberlangsungan mereka dalam memiliki atau menempati rumah, dan 41% merasa cuaca ekstrem menyulitkan mereka untuk merasa aman di tempat tinggalnya.
Berangkat dari tantangan tersebut, Habitat for Humanity Indonesia melalui 28UILD 2026 dan kampanye Let’s Open the Door: Youth in Action for Decent Housing mengajak generasi muda untuk memahami lebih dekat isu perumahan, menumbuhkan kepedulian, serta menggerakkan lebih banyak orang untuk bersama-sama membuka pintu menuju kesempatan hidup yang lebih baik bagi keluarga Indonesia.
BACA JUGA:5 Cara Mencegah Atap Rumah Bocor saat Musim Hujan, Jangan Abaikan Bagian Ini
Semangat ini sejalan dengan momentum Sumpah Pemuda, yang mengingatkan bahwa persatuan dan kepedulian dapat diwujudkan melalui aksi nyata.
Semangat tersebut mewarnai pelaksanaan 28UILD 2026, kegiatan tahunan Habitat for Humanity Indonesia yang kembali mengajak generasi muda dan masyarakat untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik.
Diselenggarakan secara serentak pada Sabtu (31/10) di Bogor dan Gresik, kegiatan ini melibatkan lebih dari 250 relawan yang bergotong royong melalui berbagai aktivitas, mulai dari pengecatan, penanaman pohon, hingga pembuatan lubang biopori sebagai upaya mendukung resapan air dan menjaga keseimbangan lingkungan.
“Melalui 28UILD, kami ingin mengajak generasi muda menyadari bahwa setiap orang dapat berperan dalam mewujudkan hunian layak. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, aksi sederhana dapat menjadi bagian dari perubahan yang lebih besar,” ujar Handoko Ngadiman, Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia, saat membuka kegiatan 28UILD 2026.
Memasuki penyelenggaraannya yang ke-13 sejak pertama kali digelar pada 2012, 28UILD terus menjadi ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam upaya mewujudkan hunian layak. Hingga 2026, kegiatan ini telah melibatkan lebih dari 250 relawan dan membantu lebih dari 500 keluarga di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Tangerang, Bogor, Gresik, Yogyakarta, dan Batam.
Aisha, salah satu relawan yang mengikuti 28UILD 2026 mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman untuk memahami pentingnya kepedulian terhadap hunian dan lingkungan.
“Ini kali pertama saya mengikuti 28UILD dan dari sini saya belajar bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah sederhana. Saya juga baru menyadari bahwa masih banyak keluarga di Indonesia yang kesulitan mengakses rumah layak, dan penting bagi kita generasi muda untuk menyuarakan isu rumah layak huni bagi semua,” ungkapnya.
BACA JUGA:Wamendagri Bima Ajak Generasi Muda Terus Suarakan Gagasan untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
Menyatukan Kreativitas dan Kolaborasi untuk Hunian Layak Tahun ini, 28UILD menjadi semakin bermakna karena merupakan bagian dari rangkaian kampanye Let’s Open the Door: Youth in Action for Decent Housing, yang mengajak generasi muda untuk mengenal lebih dekat isu hunian layak dan mengambil peran dalam mendorong perubahan.
- 1
- 2
- »





