JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua DPP PSI Faldo Maldini menilai polemik terkait surat keterangan atau suket penyetaraan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka muncul karena adanya perbedaan penafsiran kata "sederajat".
“Kalau kita mau bedah secara serius, sebenarnya persoalan kita ini sebenarnya perbedaan tafsiran kita terkait penyetaraan, yang itu menurut saya, dilihat Bang Denny (Indrayana) sebagai lubang,” kata Faldo dalam program KompasTV, On Point with Adisty, Selasa (3/11/2026).
Denny Indrayana, kata dia, kemudian membawa polemik suket Gibran ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
Seperti diketahui, MK telah memutus gugatan atas syarat pendidikan Gibran saat mendaftar sebagai cawapres 2024, tidak dapat diterima. Namun, MK juga menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan yang menunjukkan Gibran memiliki ijazah setara SMA.
Sementara dalam perkara terkait suket Gibran di PTUN, kubu Denny Indrayana kemudian mencabut gugatannya.
“Nah, dia bawalah sidang ke MK. Kita hormati MK. MK lempar bola panas, ya kan? Pergilah ke PTUN, Bang Denny lari. Udah dua pintu nih. Di pintu MK beliau kalah, di pintu PTUN dia lari, kabur,” kata Faldo.
Baca Juga: Faldo Maldini PSI Ajak Semua Pihak Lihat Putusan MK secara Utuh
Ia berharap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak terjebak dalam wilayah "abu-abu" yang dia sebut dibangun Denny Indrayana.
“Nah, persoalan ini saya sih berharap teman-teman PKS tidak terjebak di wilayah abu-abu yang dibangun sama Bang Denny. Mending main di aturan hukum saja, karena kan ada TUN, terus MK buka pintu ada TUN, terus ada penyelidikan di kepolisian, ya kan?”
"Terus ada, apalagi, mungkin mau ke KIP kita dukung transparansi kok Mas Gibran pengin transparan. Jadi poinnya adalah dari posisi Pak Wapres atau Mas Gibran atau kami di PSI, itu kita enggak mau nutupin ini. Ayo kita bedah,” tegasnya.
Akar MasalahMenurut Faldo, yang menjadi akar masalah adalah aturan terkait penyetaraan. Oleh sebab itu, ia berharap isu penyetaraan pendidikan masuk dalam agenda ke depan.
“Banyak kok talent PKS yang lulus luar negeri. Banyak talent PDIP yang lulus luar negeri. Talent PSI apalagi. Jadi, maksud saya, kalau itu kita rapiin jadi enggak ada lagi the next persoalan di-Gibranisasi gitu loh.”
Dalam kesempatan itu, Faldo juga menegaskan Gibran tidak dalam posisi menutup diri. Ia juga akan menunjukkan surat tanda tamat belajar (STTB) dari SD, SMP, hingga Orchid Park.
Baca Juga: Jokowi ke Jakarta 3 Hari Jelang Sidang Kasus Ijazah, Khozinudin Duga Mau Konsolidasi
“Nah, ini saran nih mungkin untuk teman-teman PKS ya, karena teman-teman di DPR sebenarnya dari semua aspirasi-aspirasi itu, menurut kami yang menjadi akar dari masalah ini adalah tidak serius atau tidak jelasnya terjemahan kata ‘sederajat’,” bebernya.
“Karena sederajat itu kadang-kadang dimaknai hanya untuk, ya mohon maaf ya, mungkin undang-undang kita belum mengakomodir, untuk pendidikan luar negeri diakomodir pakai suket.”
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- faldo maldini
- suket gibran
- gibran
- gibran rakabuming raka
- ijazah gibran
- PSI





