Biak: Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) II tingkat Provinsi Papua 2026 digelar di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Gelaran itu dinilai momentum untuk mempererat persatuan serta pembinaan iman umat.
“Pesparani bukan sekadar ajang kompetisi mencari juara, tetapi perayaan iman dan wadah persaudaraan umat Katolik. Meski berasal dari daerah yang berbeda, kita dapat menjadi satu harmoni dalam satu iman kepada Kristus,” ujar Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Provinsi Papua, Elpius Hugi, dikutip melalui keterangan tertulis, Selasa, 3 November 2026.
Baca Juga :
Kapolri Ajak Umat Katolik Perkuat Kerja Sama Menjaga Kedamaian
Dalam ajang yang berlangsung pada 28–31 Oktober 2026 tersebut, kontingen Kota Jayapura berhasil keluar sebagai juara umum dan memboyong Piala Bergilir Gubernur Papua. Hasil ini didapatkan usai meraih lima predikat champion.
Bersama Kota Jayapura, kontingen Kabupaten Jayapura, Keerom, Biak Numfor, dan Waropen dipastikan menggenggam tiket untuk mewakili Papua pada Pesparani Nasional 2027 di Manado, Sulawesi Utara.
Pesparani II Papua diikuti sekitar 800 peserta dari enam kabupaten/kota dengan memperlombakan berbagai cabang, mulai dari paduan suara, pembacaan mazmur, bertutur Kitab Suci, hingga cerdas cermat rohani. Suksesnya acara ini turut didukung hibah Rp1,5 miliar dari Pemerintah Kabupaten Biak Numfor selaku tuan rumah.
Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Provinsi Papua, Elpius Hugi. Foto: Dok. Istimewa.
Wakil Bupati Biak Numfor, Jimmy C.R. Kapissa, yang mewakili Gubernur Papua saat menutup acara pada Sabtu, 31 Oktober, mengapresiasi kerja sama seluruh pihak, termasuk organisasi kepemudaan lintas agama serta TNI-Polri.
Elpius turut menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua, jajaran pemerintah daerah, serta pimpinan keuskupan atas dukungan penuh terhadap kelancaran acara. Ia mengingatkan seluruh kontingen yang lolos agar segera bersiap menyongsong ajang tingkat nasional.




