Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Kemenag Siapkan Kuota PPG 40 Ribu Lebih

jpnn.com
8 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru melalui berbagai program strategis.

Pada 2026, Kemenag menyiapkan kuota Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi lebih dari 40 ribu guru, sekaligus melanjutkan program perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi ratusan ribu guru.

BACA JUGA: Bu Nur: Pengalihan Guru PPPK ke PNS Tidak Perlu Tes, PPG Sudah Mewakili

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amin Suyitno mengatakan peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru menjadi bagian penting dari komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas pendidikan nasional.

Menurut Amin, program PPG menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan profesionalisme guru.

BACA JUGA: Kemenag Dorong Penguatan Hukum dan Profesionalisme SDM Amil dalam Perubahan UU Zakat

Saat ini, persiapan pelaksanaan PPG 2026 tengah berlangsung dan akan diumumkan secara resmi pada waktunya.

"Insyaallah, tahun ini kami memiliki kuota yang cukup besar untuk PPG 2026, yakni lebih dari 40 ribu guru. Saat ini persiapannya sedang berproses dan nanti akan diumumkan pada saatnya," ujar Amin dalam rangkaian peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2026.

BACA JUGA: IBCWE: Dukungan Pengasuhan jadi Investasi Bisnis yang Mendukung Produktivitas

Selain peningkatan kompetensi, Kemenag juga memberikan perhatian terhadap aspek kesehatan dan perlindungan guru.

Salah satunya melalui program BPJS Ketenagakerjaan yang tahun ini kembali dilanjutkan dengan jumlah penerima mencapai ratusan ribu guru.

Amin menegaskan, perlindungan terhadap guru merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

"Penerima BPJS Ketenagakerjaan ini sudah dipetakan. Program ini merupakan bentuk komitmen Kementerian Agama terhadap perlindungan dan kesejahteraan guru," katanya.

Amin juga mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan skema peningkatan kesejahteraan bagi guru non-ASN.

Penyusunan skema tersebut dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan arahan Presiden. Namun, Amin belum merinci bentuk kebijakan yang akan diterapkan karena proses penghitungan dan pembahasan masih berlangsung.

Menurutnya, skema tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan guru, termasuk melalui mekanisme yang berkaitan dengan status kepegawaian.

"Untuk kesejahteraan guru non-ASN, saat ini sedang dihitung secara cermat sesuai dengan arahan Bapak Presiden. Nantinya akan ada skema yang menjadi bagian penting dalam peningkatan kesejahteraan guru," ujar Amin.

Dia menambahkan, peningkatan kompetensi melalui PPG juga diharapkan dapat memperluas kesempatan guru untuk memperoleh pengakuan profesional sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

Selain berfokus pada peningkatan kompetensi dan kesejahteraan, peringatan Hari Guru Nasional 2026 di lingkungan Kementerian Agama juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital.

Salah satu agenda yang disiapkan adalah simposium pembelajaran berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Amin mengatakan, perkembangan teknologi AI menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan. Karena itu, guru perlu memiliki literasi dan kemampuan profesional yang memadai dalam memanfaatkan teknologi tersebut untuk mendukung proses pembelajaran.

Dia menegaskan, penguatan kompetensi melalui pemanfaatan AI tidak hanya diperuntukkan bagi guru madrasah, tetapi juga seluruh guru yang berada di bawah naungan Kementerian Agama.

Peringatan Hari Guru Nasional 2026 di lingkungan Kementerian Agama mengusung semangat inklusivitas dengan melibatkan guru dari berbagai latar belakang pendidikan dan agama.

Guru dan tenaga kependidikan di bawah Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) menjadi bagian terbesar dalam peringatan tersebut, dengan jumlah lebih dari 800 ribu orang.

Selain itu, terdapat lebih dari 300 ribu guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah, serta guru agama Hindu, Buddha, Kristen, Katolik, dan guru pesantren.

Rangkaian kegiatan HGN 2026 juga akan diisi dengan pemberian penghargaan kepada guru dalam sejumlah kategori, mulai dari inovasi dan prestasi hingga pengabdian di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah terdampak bencana.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap dedikasi guru yang terus menjalankan tugas pendidikan di berbagai kondisi dan wilayah Indonesia.

Melalui rangkaian peringatan HGN 2026, Kementerian Agama berharap dapat memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan, kompetensi, serta kesejahteraan guru di Indonesia.(chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemendikdasmen Rancang Peningkatan Kesejahteraan Guru, ASN dan Honorer Perlu Tahu


Redaktur & Reporter : Yessy Artada


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Istana, Bahas Apa?
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Edarkan Pil Ekstasi Berlogo TMT, Pria Berumur 50 Tahun Terciduk Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat
• 20 jam laludisway.id
thumb
BPJS Kesehatan Pastikan Pasien Terlewat Jadwal Kontrol Bisa Dijadwalkan Ulang di Rumah Sakit
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Kebakaran Hebat di Wajo, 2 Rumah Panggung dan 17 Kambing Hangus Dilalap Api
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Profil Kimi Antonelli, Juara Dunia F1 2026 yang Pecahkan Rekor Jadi Pembalap Termuda dalam Sejarah!
• 20 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.