JAKARTA, DISWAY.ID - Wamen Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak tiba-tiba membuat cuitan di media sosial X pasca kasus penahanan tiga perwira tinggi Polri yang diduga melakukan penyadapan ilegal.
Dahnil Anzar memberikan sebuah pernyataan langsung yang tegas terhadap peristiwa yang terjadi baru-baru ini.
Menurut Dahnil Anzar Simanjuntak, ada oknum yang sudah sangat lama mengacak-acak hukum di Indonesia.
Selain itu, ia menyebut bahwa ada oknum yang diam-diam bekerja untuk oligarki.
BACA JUGA:Bikin Geger! Yusril Sebut Presiden Prabowo dan Sejumlah Menteri Diduga Jadi Target Penyadapan Jenderal LSP
Hal tersebut disampaikan Dahnil Anzar Simanjuntak melalui postingan di media sosial X pada Selasa, 3 November 2026.
"Kalian terlalu lama mengobrak-abrik hukum, dan bekerja untuk oligarki," tulis Dahnil Anzar.
"Ketika Presiden @prabowo ingin melakukan perubahan besar-besaran. Bersih-bersih radikal, kalian tak menunjukkan sikap mau berbenah. Tapi kalian justru melakukan cipta kondisi melawan. Bersih bersih bersih," tambahnya.
Dahnil A Simanjuntak menganggap bahwa saat ini menjadi momentum yang sangat tepat untuk 'bersih-bersih' pemerintahan.
"Sekarang waktunya bersih-bersih," papar Dahnil Anzar.
BACA JUGA:Bukan Pasal Biasa, Jenderal LSP Terancam Hukuman 10 Tahun dalam Kasus Penyadapan Ilegal
Ditegaskan oleh Dahnil Anzar Simanjuntak bahwa di era pemerintahan Prabowo Subianto, sekarang hukum sudah jauh lebih tegas.
Dahnil Anzar melihat kepemerintahan Prabowo Subianto tidak takut melawan mafia-mafia kuat.
"Era Presiden @prabowo. Era dimana hukum tajam ke atas. Tegas kepada oligarki. Mulai Reza Chalid sampai Mantan Kapolri LSP." terang Dahnil.
Sebelumnya diketahui, Mabes Polri mengungkap perkembangan penyidikan kasus dugaan penyadapan ilegal yang diduga menyasar Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh penting lainnya.
- 1
- 2
- »





