Banda Aceh (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) RI Yusril Ihza Mahendra menegaskan situasi keamanan di Jakarta hari ini masih seperti biasanya, tidak ada hal yang mengkhawatirkan.
"Situasi keamanan di Jakarta biasa saja, tidak terjadi satu gejolak yang mengkhawatirkan," kata Yusril Ihza Mahendra, di Banda Aceh, Rabu.
Pernyataan itu disampaikan Yusril Ihza Mahendra saat menggelar konferensi pers di sela-sela kunjungan kerja ke Aceh, di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh.
Perihal ini diutarakan Yusril merespon pertanyaan wartawan terkait adanya pengerahan skala besar prajurit TNI ke Jakarta dalam dua hari terakhir ini.
Baca juga: TNI buka suara soal pengerahan prajurit dalam jumlah besar ke Jakarta
Yusril belum bisa menjawab detail terkait pengerahan prajurit TNI tersebut karena hal itu merupakan kewenangan Menteri Pertahanan dan Panglima TNI.
Tetapi secara umum, Yusril menyatakan situasi keamanan di Jakarta berjalan seperti biasa, dan tidak ada hal-hal yang mengkhawatirkan.
"Apakah penambahan pasukan ini dalam rangka untuk meningkatkan kewaspadaan atau apa, nanti Pak Menteri Pertahanan atau Panglima TNI yang berwenang menjelaskan," ujar Yusril.
Sebelumnya, TNI Angkatan Laut (TNI AL) merencanakan pengerahan total 20.980 personel untuk memperkuat pengamanan dan mengantisipasi perkembangan situasi di wilayah DKI Jakarta.
Pengerahan pasukan dilaksanakan secara bertahap berdasarkan instruksi Surat Telegram Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Baca juga: TNI AD respon soal pengerahan prajurit dalam jumlah besar ke DKI
Langkah tersebut melibatkan unsur satuan di wilayah Jakarta maupun luar daerah di bawah kendali operasi (BKO) Kodam Jaya.
Pengerahan tahap pertama telah dimulai pada 2 November 2026 dengan menerjunkan 2.100 personel dari satuan eksisting wilayah Jakarta. Pasukan tersebut meliputi unsur Korps Marinir, Koarmada I, Kodaeral III, dan Kolinlamil.
Selanjutnya, pengerahan tahap kedua dan ketiga menerjunkan 5.740 personel dari luar Jakarta pada 4 November 2026. Pergeseran pasukan luar daerah tersebut memanfaatkan moda transportasi armada KRI serta jalur darat.
Sementara itu, pada tahap keempat disiapkan sebanyak 13.140 personel dari Mabesal dan jajaran wilayah Jakarta. Seluruh pasukan tahap akhir ini berada dalam status siaga penuh di markas satuan dan siap digerakkan sewaktu-waktu.
Baca juga: Menko Yusril: Kasus penyadapan terhadap Presiden terindikasi makar
Baca juga: Anggota DPR nilai penyadapan Presiden ancam keamanan negara
"Situasi keamanan di Jakarta biasa saja, tidak terjadi satu gejolak yang mengkhawatirkan," kata Yusril Ihza Mahendra, di Banda Aceh, Rabu.
Pernyataan itu disampaikan Yusril Ihza Mahendra saat menggelar konferensi pers di sela-sela kunjungan kerja ke Aceh, di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh.
Perihal ini diutarakan Yusril merespon pertanyaan wartawan terkait adanya pengerahan skala besar prajurit TNI ke Jakarta dalam dua hari terakhir ini.
Baca juga: TNI buka suara soal pengerahan prajurit dalam jumlah besar ke Jakarta
Yusril belum bisa menjawab detail terkait pengerahan prajurit TNI tersebut karena hal itu merupakan kewenangan Menteri Pertahanan dan Panglima TNI.
Tetapi secara umum, Yusril menyatakan situasi keamanan di Jakarta berjalan seperti biasa, dan tidak ada hal-hal yang mengkhawatirkan.
"Apakah penambahan pasukan ini dalam rangka untuk meningkatkan kewaspadaan atau apa, nanti Pak Menteri Pertahanan atau Panglima TNI yang berwenang menjelaskan," ujar Yusril.
Sebelumnya, TNI Angkatan Laut (TNI AL) merencanakan pengerahan total 20.980 personel untuk memperkuat pengamanan dan mengantisipasi perkembangan situasi di wilayah DKI Jakarta.
Pengerahan pasukan dilaksanakan secara bertahap berdasarkan instruksi Surat Telegram Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Baca juga: TNI AD respon soal pengerahan prajurit dalam jumlah besar ke DKI
Langkah tersebut melibatkan unsur satuan di wilayah Jakarta maupun luar daerah di bawah kendali operasi (BKO) Kodam Jaya.
Pengerahan tahap pertama telah dimulai pada 2 November 2026 dengan menerjunkan 2.100 personel dari satuan eksisting wilayah Jakarta. Pasukan tersebut meliputi unsur Korps Marinir, Koarmada I, Kodaeral III, dan Kolinlamil.
Selanjutnya, pengerahan tahap kedua dan ketiga menerjunkan 5.740 personel dari luar Jakarta pada 4 November 2026. Pergeseran pasukan luar daerah tersebut memanfaatkan moda transportasi armada KRI serta jalur darat.
Sementara itu, pada tahap keempat disiapkan sebanyak 13.140 personel dari Mabesal dan jajaran wilayah Jakarta. Seluruh pasukan tahap akhir ini berada dalam status siaga penuh di markas satuan dan siap digerakkan sewaktu-waktu.
Baca juga: Menko Yusril: Kasus penyadapan terhadap Presiden terindikasi makar
Baca juga: Anggota DPR nilai penyadapan Presiden ancam keamanan negara





