Frans Seda, Pengabdian dan Hati Nurani

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS — Kekuasaan tidak selalu menjadi tujuan dalam perjalanan seorang tokoh. Bagi Frans Seda, jabatan justru menjadi ruang untuk memilih dan memperjuangkan hal-hal yang baik dan benar. Sikap itulah yang dinilai menjadi salah satu warisan penting Frans Seda bagi Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo saat membuka pameran untuk memperingati 100 tahun Frans Seda bertajuk “Untuk Tuhan dan Tanah Air” di Bentara Budaya Art Gallery, Menara Kompas, Jakarta, Rabu (4/11/2026).

“Bukan keutamaan atau kekuasaan, tetapi pilihannya (Frans Seda). Kalaupun dia berkuasa, dia selalu memilih yang baik dan benar. Itulah wajah hati nurani,” ujar Ignatius.

Baca JugaFrans Seda dan Kepemimpinan Nasional di Masa Susah

Pilihan Frans Seda untuk mengabdi tercermin dalam perjalanan panjangnya di pemerintahan. Pada usia 34 tahun, ia telah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR) dan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) pada era Presiden Soekarno. Setahun kemudian, ia dipercaya menjabat Ketua Umum Partai Katolik periode 1961-1968.

Frans Seda juga pernah menduduki empat jabatan menteri, yakni Menteri Perkebunan (1964-1966), Menteri Pertanian (1966), Menteri Keuangan (1966-1968), serta Menteri Perhubungan dan Pariwisata (1968-1973). Setelah itu, ia dipercaya menjadi Duta Besar RI untuk Belanda dan Luksemburg sekaligus Kepala Perwakilan RI pada Masyarakat Ekonomi Eropa di Brussels pada 1973-1976.

Pilihan Frans Seda untuk mengabdi tercermin dalam perjalanan panjangnya di pemerintahan.

Baca JugaFrans Seda dan Kepemimpinan Nasional di Masa Susah

Selama berkiprah di pemerintahan, sejumlah kebijakan dan inisiatif strategis turut dikaitkan dengan perannya. Hal itu di antaranya, konsolidasi sektor perkebunan, upaya pembenahan sistem keuangan di tengah hiperinflasi, dan pelibatan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) untuk membantu meningkatkan produksi pangan Indonesia. Ia juga mendorong pengembangan angkutan laut dan udara perintis untuk membuka akses daerah-daerah terpencil.

Di bidang pariwisata dan infrastruktur, Frans Seda turut berperan dalam perencanaan pengembangan pariwisata nasional, penetapan Bali sebagai pusat pengembangan pariwisata, serta pengembangan kawasan Nusa Dua. Ia juga terlibat dalam inisiasi perencanaan pembangunan Bandar Udara Soekarno-Hatta dan pembentukan Otorita Pulau Batam.

Dalam rubrik Sosok Harian Kompas, Rabu (4/10/2006), bertepatan dengan ulang tahun ke-80 Frans Seda, wartawan senior Julius Pour menyebutnya sebagai a man for all seasons: sosok yang hadir di berbagai zaman. Sebutan itu merujuk pada perjalanan Frans Seda yang melintasi sejumlah periode penting sejarah Indonesia, mulai dari Orde Lama, Orde Baru, Reformasi, hingga masa setelah Reformasi.

Arsip Kompas dan tenun Flores

Perjalanan Frans Seda kembali ditampilkan melalui pameran “Untuk Tuhan dan Tanah Air” di Bentara Budaya Art Gallery. Pameran ini mempertemukan arsip berita dan foto Kompas dengan kain tenun Flores dari koleksi Wastra Jo Seda dan Frans Seda.

Kurator Bentara Budaya, Aloysius Budi Kurniawan mengatakan, perpaduan arsip pers dan tenun dimaksudkan untuk menghadirkan jejak perjalanan hidup serta pengabdian Frans Seda dan istrinya, Johanna Maria Pattinaja Seda atau Jo Seda.

“Dari saksi-saksi sejarah berupa arsip dan kain-kain ini, kita diajak untuk belajar tentang kesetiaan Frans Seda dan Jo Seda dalam merajut Keindonesiaan yang melintasi zaman,” kata Aloysius yang akrab disapa Wawan.

Pameran ini mempertemukan arsip berita dan foto Kompas dengan kain tenun Flores dari koleksi Wastra Jo Seda dan Frans Seda.

Baca JugaFrans Seda, Pejuang Seumur Hidup

Dari sisi pers, Wawan menuturkan, Frans Seda turut berperan dalam proses awal pendirian Harian Kompas, yang semula direncanakan bernama Bentara Rakyat. Saat itu, izin prinsip dari pemerintah pusat masih harus dikonfirmasi kepada Daerah Militer V Jaya. Setelah persyaratan tersebut dipenuhi, muncul ketentuan lain, yakni harus ada bukti bahwa surat kabar itu telah memiliki sedikitnya 3.000 pelanggan.

Untuk memenuhi persyaratan tersebut, Frans Seda menginstruksikan pendataan anggota partai, guru-guru sekolah, serta anggota koperasi Kopra Primer di Pulau Flores. Dalam waktu singkat, terkumpul daftar 3.000 calon pelanggan yang dilengkapi alamat dan tanda tangan. Upaya itu turut membantu pemenuhan persyaratan penerbitan Bentara Rakyat.

Baca JugaAndaikan Indonesia Tanpa Frans Seda

Merujuk opini Harian Kompas berjudul “Andaikan Indonesia Tanpa Frans Seda”, pada 4 Oktober 2022, Wawan menggambarkan Frans Seda sebagai sosok yang memiliki konsep keilmuan, mampu menerapkan ilmu sesuai konteks, serta membangun jejaring lintas agama dan kepentingan.

Oleh karena itu, hubungan antara Flores dan Kompas memiliki sejarah ikatan yang kuat. Ada narasi yang erat antara perjalan menuju masa depan dan menghargai masa lalu.

Kurator Tenun, Sri Sintasari Iskandar menjelaskan, kehadiran kain tenun Flores dalam pameran juga berkaitan dengan kegemaran Jo Seda mengoleksi kain tradisional. Dari 1.000 kain lebih koleksi Wastra Jo Seda dan Frans Seda, hanya 30 kain yang dipilih untuk dipamerkan.

Hubungan antara Flores dan Kompas memiliki sejarah ikatan yang kuat.

“Kita pilih yang motifnya dari Flores karena Frans Seda lahir di sana dan ada cerita yang kuat terkait hubungannya dengan Kompas,” ujar Sri.

Menurut Sri, proses pembuatan tenun yang panjang menyimpan cerita tentang ketekunan dan pengetahuan yang diwariskan antargenerasi. Cerita di balik setiap kain itu, menurut dia, penting diperkenalkan kepada generasi muda.

“Selain menggambarkan ketekunan perempuan dalam menenun, kain tenun ini adalah narasi lain bahwa di balik kesuksesan Frans Seda, ada perempuan tangguh yang mendukungnya,” ucap Sri.

Baca JugaFrans Seda Melangkaui Tantangan Zaman


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Istana Pertanyakan Motif di Balik Penyadapan Presiden
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Lamine Yamal Bersiap Pecahkan Rekor Gol Liga Champions Milik Kylian Mbappe
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Singgung Calvin Verdonk, Media Prancis Lega Piala Asia 2027 Diundur hingga Akhir Tahun
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Menteri Transportasi Spanyol mundur seusai kecelakaan kereta maut
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
OJK Buka Suara soal Nasabah Sulit Transaksi di MNC Bank
• 17 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.