tvOnenews.com, Jakarta – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan (PKP) Kredit Perempuan Prasejahtera (KPPS) di Ballroom Nareswara SMESCO, Jakarta Selatan, Rabu (4/11/2026).
Direktur Utama PT PNM Kindaris mengonfirmasi bahwa eksekusi penyaluran kredit afirmatif ini siap digulirkan secara serentak mulai pekan kedua November 2026.
“Dengan demikian, tertanggal 9 November 2026 atau minggu kedua November, kami siap untuk melaksanakan KPPS. PNM berkomitmen untuk menyalurkan KPPS dengan target 1,7 juta nasabah sampai dengan akhir tahun 2026," ujar Kindaris saat memberikan sambutan.
- tvOnenews.com/Adinda Ratna Safira
Menyambut peluncuran resmi program prioritas tersebut, PNM menyatakan kesiapannya untuk mengerahkan 30.000 nasabah dari seluruh pelosok Tanah Air, yang terdiri dari 10.000 nasabah hadir secara luring di SMESCO dan 20.000 nasabah lainnya bergabung secara daring.
Kindaris menegaskan bahwa penguatan modal bagi kaum perempuan memiliki multiplier effect yang sangat besar bagi perekonomian keluarga hingga bangsa.
"Kami percaya potensi ekonomi Indonesia tidak hanya tumbuh di pusat-pusat bisnis dan kawasan industri. Potensi ini juga ada di dapur-dapur rumah sederhana, di warung kecil, di tangan perempuan yang setiap hari berjuang menghidupi keluarganya," tegas Kindaris.
Melalui ekosistem PNM Mekaar, PNM memastikan nasabah tidak sekadar menerima kucuran dana, tetapi juga memperoleh pendampingan berkala, edukasi literasi keuangan, hingga akses perluasan jejaring bisnis.
- tvOnenews.com/Adinda Ratna Safira
Ide Murni Presiden Prabowo Bawa Sikap Afirmatif untuk 14 Juta Ibu-Ibu
Dalam kesempatan yang sama, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menggarisbawahi bahwa program KPPS ini lahir langsung dari gagasan Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah konkrit keberpihakan pemerintah kepada rakyat kecil.
"Ini adalah penandatanganan proses administrasi dalam rangka untuk mengimplementasikan dan menjalankan program unggulan yang didorong murni dari idenya Pak Presiden langsung," papar Maman.
Maman pun memberikan instruksi tegas kepada jajaran manajemen PNM agar mengawal pelaksanaan program di lapangan secara transparan, tepat sasaran, terukur, dan menghadirkan dampak nyata bagi 14 juta kaum ibu di seluruh Indonesia. (ars/amr)




