jpnn.com, JAKARTA - Peneliti Senior Citra Institute Efriza mendesak Polri mengungkap aktor intelektual di balik dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Efriza, penanganan perkara tersebut tidak boleh hanya berfokus pada empat tersangka yang diduga menjadi pelaku lapangan.
BACA JUGA: Sekjen Gerindra Pertanyakan Motif Listyo Dkk Menyadap Prabowo
Dia menilai dugaan penyadapan terhadap kepala negara merupakan persoalan serius karena berkaitan dengan keamanan negara dan kewibawaan pemerintahan.
"Aktor intelektualnya harus didalami. Jangan sampai penanganan perkara hanya berhenti pada pelaku lapangan," kata Efriza kepada JPNN.com, Rabu (4/11).
BACA JUGA: Penyadapan oleh Listyo Terindikasi untuk Gulingkan Prabowo, Yusril Singgung Hukuman Mati
Dia mengatakan penyadapan dapat berkaitan dengan kepentingan memperoleh informasi strategis, membaca arah kebijakan pemerintah, hingga memengaruhi konfigurasi politik nasional.
Karena itu, penyidik harus bekerja secara transparan dan objektif untuk mengungkap motif serta pihak-pihak yang berada di balik perkara tersebut.
BACA JUGA: Analisis Efriza soal Relasi Prabowo-Jokowi: Makin Panas, Saling Menghancurkan!
Efriza juga menilai mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat dimintai keterangan apabila hasil penyidikan menemukan relevansi keterkaitan.
"Polisi harus berani memeriksa pihak-pihak yang diduga memiliki keterkaitan. Semua harus didasarkan pada fakta hukum," tegasnya. (kkp/jpnn)
Simak! Video Pilihan Redaksi:
BACA ARTIKEL LAINNYA... Eks Tim Mawar Sebut Prabowo Sudah Sadar Ada Pengkhianat Sejak 2025
Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Kenny Kurnia Putra




