JAKARTA, DISWAY.ID-- Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) mengingatkan pemerintah agar tetap memikirkan nasib rakyat di tengah polemik isu penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto, pimpinan partai, anggota parlemen, aktivis, dan pelaku media. Diskusi mingguan FWK digelar Rabu (4/11/2026) di Jakarta.
Menurut kesimpulan diskusi yang dipimpin pendiri FWK Hendry Ch Bangun, pertengkaran di kalangan elit jangan sampai mendistorsi masalah yang dihadapi rakyat, seperti banyaknya pemutusan hubungan kerja, merosotnya daya beli, tingginya harga kebutuhan pokok, dan kesejahteraan yang menurun secara merata.
BACA JUGA:Penyadapan Beneficial
“Tentu saja akuntabilitas pemerintahan harus dijaga agar tidak ada penyalahgunaan yang membahayakan penyelenggaraan negara yang terlihat dari kasus penyadapan yang kini sedang menjadi tren berita. Kekuasaan harus check and balancing. Tetapi yang jauh lebih penting, jangan pernah lupa melihat penderitaan di kalangan masyarakat yang kini semakin nyata,” ujar Mohamad Nasir, wartawan senior Kompas.
Penangkapan sejumlah perwira tinggi kepolisian, termasuk eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, terkait dugaan penyadapan ilegal selama lebih dari dua tahun, dinilai mengguncang negara. Bobolnya jalur komunikasi presiden juga dianggap sebagai kelalaian internal.
“Ada BIN, ada Badan Sandi Negara, ada Sekmil Presiden, dan sejumlah pihak, yang seharusnya menjadikan komunikasi presiden aman. Saya heran ini bisa terjadi. Ini sangat membahayakan dan harus ada evaluasi total agar tidak berulang,” kata Hendry Ch Bangun.
Sigit Setiono menilai peristiwa tersebut menggambarkan adanya tindakan yang melebihi kepatutan yang dilakukan petinggi Polri, yang bisa jadi demi kepentingan pribadi, kelompok, atau kepentingan lain yang masih harus diselidiki.
BACA JUGA:6.770 Personel TNI-Polri Amankan Sidang Roy Suryo, Jokowi Hadir sebagai Saksi
Pemeriksaan lebih lanjut diharapkan membuka tabir dan dikomunikasikan kepada publik.
“Ini harus dijelaskan kepada rakyat. Jangan ditutupi agar rakyat tahu apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Berman Nainggolan.
Di sisi lain, sebagian informasi di media sosial meragukan kesungguhan kejadian tersebut sebagai upaya makar.
Ada pula yang menilai isu ini berpotensi menjadi pengalihan dari persoalan riil masyarakat, seperti kelangkaan BBM, naiknya harga, menghilangnya sejumlah bahan pokok, dan hidup yang semakin sulit.
Hendry mencatat, dari pengamatannya di lapangan, kehidupan masyarakat makin susah.
BACA JUGA:Dudung Sebut Kasus Eks Kapolri Listyo Sigit Jadi Momentum Pembenahan Polri
Pembeli di warung semakin menghemat. Budi Nugraha menambahkan, konsumen KRL dan angkutan umum semakin membeludak karena murah dan cepat, sebagai bentuk penghematan agar dapat bertahan.





