Kasus Infeksi Berkelompok di Tiongkok Melonjak Tajam, Pelaku Usaha Pemakaman: Lebih Mengerikan daripada Masa Pandemi

erabaru.net
1 jam lalu
Cover Berita

Baru-baru ini, aktor terkenal Tiongkok, Hu Ge, mengungkapkan bahwa beberapa temannya meninggal dunia akibat serangan jantung dalam beberapa bulan terakhir. Ia sendiri kini selalu membawa obat pertolongan pertama untuk jantung setiap kali bepergian. Pernyataannya menjadi topik hangat di media sosial.

Seorang petugas Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok menyatakan bahwa serangan jantung merupakan salah satu komplikasi utama infeksi COVID-19. Saat ini, wabah kembali merebak di Tiongkok. Pada pekan lalu, dilaporkan sekitar 800 kasus infeksi berkelompok. Berikut laporan selengkapnya.

EtIndonesia.com Pada 31 Oktober, aktor terkenal Tiongkok berusia 44 tahun, Hu Ge, mengungkapkan dalam sebuah acara wawancara kesehatan bahwa beberapa temannya meninggal dunia akibat serangan jantung dalam dua bulan terakhir.

Ia juga mengakui bahwa setelah berusia 40 tahun, kondisi fisiknya mulai mengalami penurunan. Kini, setiap kali bepergian, ia selalu membawa obat pertolongan pertama untuk jantung serta AED (alat defibrilator eksternal otomatis).

Seorang petugas Komisi Kesehatan Nasional bermarga Li (nama samaran) mengungkapkan bahwa saat ini, komplikasi akibat infeksi virus COVID-19 yang paling banyak ditemukan adalah serangan jantung.

Menurutnya, sebagian orang mengalami infeksi tanpa gejala atau hanya menunjukkan gejala seperti flu ringan. Namun, sebenarnya infeksi tersebut telah menyebabkan kerusakan permanen pada jantung dan pembuluh darah, sehingga mereka rentan mengalami penyumbatan pembuluh darah dan kematian mendadak.

Petugas Komisi Kesehatan Nasional, Li (nama samaran): “Aktor terkenal Hu Ge menjadi topik hangat di media sosial. Usianya baru 40-an tahun, tetapi sudah menyiapkan obat pertolongan pertama untuk jantung.

Begitu terinfeksi, seseorang berisiko mengalami penyumbatan pembuluh darah. Hal ini menyebabkan begitu banyak orang meninggal setiap minggu, dan usia korbannya semakin muda. Ada yang berusia 40-an, 30-an, bahkan belasan tahun dan 20-an tahun yang meninggal. Saya bahkan mengetahui ada seorang anak berusia 8 tahun yang meninggal akibat serangan jantung.”

Li mengatakan bahwa sekolah, panti jompo, dan pabrik-pabrik besar merupakan tempat berkumpulnya banyak orang. Jika dalam satu lokasi terdapat lebih dari 10 orang yang terinfeksi secara bersamaan, kasus tersebut wajib dilaporkan.

Saat ini, banyak siswa sekolah dasar, sekolah menengah, dan taman kanak-kanak yang mengambil izin tidak masuk sekolah. Beberapa kelas bahkan diliburkan sementara, sehingga anak-anak harus menjalani isolasi di rumah.

Li (nama samaran): “Berbagai varian COVID-19 sedang aktif menyebar secara bersamaan. Bulan ini wabah telah memasuki fase serangan yang intensif. Penyebarannya di wilayah selatan berlangsung lebih cepat, lebih kuat, dan lebih parah.

Pada pekan lalu, terdapat lebih dari 600 kasus infeksi berkelompok yang dilaporkan di wilayah selatan, sedangkan wilayah utara melaporkan hampir 200 kasus.

Anak-anak berusia di bawah 12 atau 13 tahun saat ini sangat banyak yang terinfeksi.”

Li mengatakan bahwa berdasarkan laporan Situasi Pemantauan Sentinel Penyakit Menular Saluran Pernapasan Akut Nasional untuk pekan ke-43 tahun 2026 yang diterbitkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok (China CDC), hasil pemeriksaan terhadap 10 jenis virus, termasuk COVID-19 dan influenza, serta Mycoplasma pneumoniae, menunjukkan bahwa persentase influenza berada di urutan pertama.

Namun, menurut Li, kenyataannya COVID-19 masih menempati urutan pertama.

Li (nama samaran): “Beberapa jenis virus sedang menyebar secara bersamaan. Virus COVID-19 berada di peringkat pertama.

Saat ini, informasi mengenai virus COVID-19 tidak akan dipublikasikan. Seseorang yang sudah terinfeksi COVID-19 masih bisa kembali terinfeksi influenza A, influenza B, dan virus lainnya. Bagaimanapun, semuanya dianggap sebagai flu biasa.

Dulu kita hanya diingatkan untuk mewaspadai risiko pneumonia. Tahun ini, kita juga harus mewaspadai pneumonia, ensefalitis (radang otak), dan miokarditis (radang otot jantung).”

Sejumlah pelaku usaha pemakaman di berbagai daerah juga mengungkapkan bahwa jumlah pekerjaan mereka belakangan ini meningkat hingga dua kali lipat. Mereka menyebutkan bahwa usia orang yang meninggal semakin muda, sementara proses kremasi kini harus mengantri.

Wang, pelaku usaha pemakaman di Liaoning: “Dalam satu jam, kami mengantarkan enam orang untuk dimakamkan. Jumlah orang yang meninggal sekarang bahkan lebih mengerikan dibandingkan saat pandemi.

Ada orang yang masih dirawat di rumah sakit, tetapi sudah tidak bisa diselamatkan. Kalau memang tidak memungkinkan, mereka hanya bisa disarankan pergi ke rumah sakit di kota besar.”

Liu, pelaku usaha pemakaman di Shaanxi: “Belakangan ini, jumlah orang yang meninggal sangat banyak. Pekerjaan kami terlalu menumpuk. Setiap hari kami harus pergi ke rumah sakit.

“Sangat banyak orang yang meninggal secara mendadak. Mereka masih memiliki orang tua yang harus dirawat dan anak-anak yang harus dibesarkan.”

Laporan wawancara oleh Xiong Bin dan Chen Jianming, wartawan New Tang Dynasty Television.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pegadaian Area Ambon Diganjar Tiga Penghargaan Winner Top CSR Award 2026
• 19 jam laluharianfajar
thumb
Penumpang KRL Jabodetabek Tembus 303,7 Juta hingga Oktober 2027, Lintas Bogor Terpadat
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
BeautyFest Asia Surabaya 2026 Hadirkan Workshop Kecantikan, Wellness, dan Lifestyle
• 30 menit lalumetrotvnews.com
thumb
2 Pengedar Narkoba di Cirebon Ditangkap, Polisi Sita 10 Kg Ganja Kering
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Prakiraan Cuaca BMKG 5 November 2026 untuk Wilayah Jabodetabek, Ada Potensi Hujan Ringan
• 6 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.